Ini Misi Mayor Inf Albert Hutagalung, M.Han Bersama Jajarannya di Perbatasan RI-PNG
Mayor Inf Albert Hutagalung
Merauke, PSP – Satuan tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG, Kabupaten Merauke kini diisi oleh prajurit dari Batalyon Yonif 611/Awang Long, menggantikan Yonif 125/Si’mbisa, yang sudah purna tugas. 450 personil prajurit itu dipimpin langsung oleh Mayor Inf Albert F Hutagalung,M.Han, selama 9 bulan ke depan.
Mayor Hutagalung bersama prajuritnya membawa misi kemanusiaan, di samping melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam menjaga keamanan daerah perbatasan dengan Negara tetangga, PNG, sebagai serambi NKRI. Titik berat dari misi kemanusiaan itu ada pada pogram pendidikan, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat hingga penanganan protokol kesehatan (prokes) di daerah terpencil. Wilayah yang menjadi tanggungjawab mereka, mulai dari Pos Kondo hingga kampung Bupul.
Untuk tupoksi, di sana, jajarannya akan menjaga batas Negara lewat patok-patok perbatasan yang ada. Dalam hal ini, untuk selalu menjamin bahwa patok Negara tersebut tidak bisa rusak, apalagi berpindah/bergeser satu jengkal pun. Karena, Negara telah memberikan amanah kepada batalyon asal Kalimantan itu untuk menjaganya, selama penugasan.
“Di daerah perbatasan ini akan dihuni oleh masyarakat, terutama, saudara-saudara kita orang Papua. Maka, kita juga harus memberikan yang terbaik kepada mereka,” ujar Dansatgas, kepada Papua Selatan Pos.
Ketika berangkat ke daerah oprasi, pihaknya sudah menyusun program tersebut secara matang. Bahkan, ratusan tas sekolah, alat tulis, sudah dibawa untuk dibagikan kepada anak-anak yang masih berusia sekolah. Tak sampai disitu saja, untuk memajukan pendidikan di tapas batas, pihaknya juga sudah menyiapkan mobil pintar yang membawa berbagai macam buku pelajaran.
“Sistimnya, mobil pintar ini akan berkeliling dari satu kampung ke kampung lain, yang dipandu oleh anggota kami,” kata perwira menengah berdarah Batak itu. Selain itu, masih banyak lagi program yang akan direalisasikan selama mengabdi di Kabupaten Merauke. Bila, dibutuhkan di luar dari kegiatan yang sudah terencana, pihaknya juga pasti siap membantu, baik itu pemerintah, masyarakat maupun instansi lainnya. Kemudian, akan bersingeri dengan Pemda Merauke, Polri, maupun stakeholder lainnya, yang bertugas di perbatasan. “Karena apa? Kita tidak bisa melaksanan pekerjaan secara sendiri dan butuh dukungan pihak lain,” tandas pria jebolan Akademi Militer tahun 2003 itu.[FHS-NAL]
