CPNS Papua Selatan Digembleng Lewat Pelatihan Mental, Fisik dan Disiplin

Merauke, PSP – Pemerintah Provinsi Papua Selatan bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar menggelar kegiatan Mental, Fisik, dan Disiplin (MFD) sebagai bagian dari rangkaian Latihan Dasar (Latsar) Prajabatan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
Kegiatan itu bertujuan membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan para CPNS agar siap mengemban tugas sebagai aparatur sipil negara dan pelayan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin Kepala Bidang Pembinaan Disiplin, Kinerja, dan Kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Selatan, Sonny Edwin Darsono, di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Rabu (1/7).
Dalam amanatnya, Darsono menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, fasilitator, pendamping, tim MFD, serta peserta yang telah mengikuti proses persiapan kegiatan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama beberapa bulan terakhir telah bekerja keras, belajar, dan mempersiapkan diri untuk mengikuti pelatihan sebagai bekal menjadi pelayan masyarakat di Provinsi Papua Selatan.
Menurut Darsono, kegiatan MFD menjadi momentum penting bagi para CPNS untuk memperbaiki kualitas diri, khususnya dalam aspek kedisiplinan dan etika kerja.
“Berdasarkan hasil evaluasi selama masa persiapan, masih ditemukan tingkat kedisiplinan dan etika sebagian peserta yang perlu ditingkatkan. Hal ini menjadi perhatian serius dan harus diperbaiki melalui kegiatan MFD,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh peserta dan tim pelaksana untuk saling menghormati serta menjalankan proses pembelajaran dengan pendekatan andragogi atau pendidikan orang dewasa. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan pelatihan mampu menghasilkan ASN yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Darsono juga menekankan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius karena hasil MFD akan menjadi bagian dari penilaian kelulusan peserta serta menjadi bekal mental saat nantinya menjalankan tugas sebagai ASN.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa hingga hari pelaksanaan apel pembukaan masih terdapat peserta yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas.
“Berdasarkan evaluasi hingga hari H pembukaan, diketahui masih ada peserta yang tidak hadir,” katanya.
Ia menegaskan ketidakhadiran tersebut akan menjadi perhatian khusus dan dapat berimplikasi pada pembatalan Surat Keputusan (SK) pengangkatan apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, langkah tegas tersebut diperlukan untuk menegakkan disiplin dan memastikan tidak ada peserta yang merasa mendapat perlakuan istimewa atau mengabaikan tanggung jawabnya dalam menyelesaikan seluruh tahapan prajabatan. Melalui kegiatan MFD, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap dapat mencetak ASN yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mental yang kuat, disiplin, serta siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. [ERS-NAL]
