Pertamina Kembali Salurkan 2.300 Tabung LPG Non Subsidi ke Merauke

0
Pasokan gas LPG Non subsidi di Meraauke

Pasokan gas LPG Non subsidi di Meraauke

Merauke, PSP – Pertamina Patra Niaga kembali menyalurkan sekitar 2.300 tabung LPG non subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg yang tiba di Pelabuhan Merauke ke sejumlah agen, Senin (13/4).

Sebelumnya, penyaluran LPG non subsidi di wilayah Merauke sudah  didistribusi sebanyak 1.300 tabung Bright Gas 5,5 kilogram ke agen resmi per Jumat (10/4).

Pasokan tersebut berasal dari Surabaya dan diangkut menggunakan tiga kontainer sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan energi di wilayah Papua Selatan.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengatakan tambahan pasokan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjamin ketersediaan LPG bagi masyarakat.

“Kami terus berupaya memastikan ketersediaan LPG dengan suplai berkelanjutan di tengah kondisi geopolitik yang belum stabil dan berdampak pada suplai energi. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan di agen terdekat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tambahan pasokan ini akan menambah stok Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg yang saat ini juga masih tersedia di sejumlah agen. Pertamina juga terus memantau pengiriman berikutnya yang masih dalam perjalanan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Merauke, Haidi Silvanaranti Achmad, menilai ketersediaan LPG untuk masyarakat dan pelaku UMKM masih dalam kondisi aman.

“Stok yang ada saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan UMKM. Kami berharap pengiriman berikutnya tidak mengalami keterlambatan,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui terjadi kenaikan harga LPG 12 kg di tingkat agen, dari sebelumnya sekitar Rp320 ribu menjadi Rp358 ribu per tabung.

Menurutnya, kenaikan tersebut bukan disebabkan oleh harga LPG, melainkan peningkatan biaya bongkar muat di pelabuhan. “Harga LPG tidak naik, hanya ada penyesuaian biaya di pelabuhan yang berdampak pada harga di tingkat agen,” jelasnya. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *