Sempat Jadi Objek Pemeriksaan Korupsi, Kini Gereja Santa Maria Fatima Kelapa Lima Diresmikan
Merauke, PSP – Gereja Katolik Santa Maria Fatima Kelapa Lima di Kabupaten Merauke resmi diresmikan, Senin (6/4), setelah sebelumnya sempat menjadi objek pemeriksaan tim kejaksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pembangunannya.
Sekda Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, menyebut gereja tersebut kini menjadi ikon baru di wilayah Papua Selatan, khususnya di Kabupaten Merauke.
Hal itu disampaikannya saat mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam acara peresmian.
Dalam sambutannya, Ferdinandus mengatakan pembangunan gereja tersebut memiliki sejarah panjang dan menjadi simbol kekuatan baru bagi umat.
“Gereja ini bukan hanya dipadati hari ini karena kehadiran uskup, tetapi diharapkan setiap hari Minggu dipenuhi umat,” ujarnya.
Ia menilai bangunan gereja tersebut memiliki arsitektur megah dan unik dengan konsep bergaya Eropa serta dilengkapi dua balkon, sehingga menjadi salah satu bangunan representatif di Papua Selatan.
Ferdinandus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perencanaan hingga penyelesaian pembangunan gereja tersebut.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati Merauke Yoseph B. Gebze didampingi Sekda Papua Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Rakyat Provinsi (MRP) Papua Selatan Demianus Katayu, Ketua DPRP Papua Selatan Heribertus Silfinus Silubun, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Selatan dan Kabupaten Merauke.
Selain peresmian, juga dilakukan pemberkatan gereja oleh Uskup Keuskupan Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi bersama sejumlah pastor. Proses pembangunan gereja itu sempat terhenti, dan diselidiki aparat penegak hukum dan telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, dengan kerugian negara mencapai sekitar Rp4,8 miliar lebih. [ERS-NAL]
