Para Istri Menteri KMP Salurkan BPBL di Kota Merauke, Distrik Waan Masih Gelap

0
Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) oleh SERUNI KMP di Mangga Dua.

Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) oleh SERUNI KMP di Mangga Dua.

“Sejak Adam lahir sampai Adam mati kami tidak tahu seperti apa itu lampu,” Kadistrik Waan.

Merauke, PSP – Di saat masyarakat Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, belum pernah menikmati penerangan listrik sejak wilayah itu berdiri, rombongan istri menteri Kabinet Merah Putih (KMP) yang tergabung dalam Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP) menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di wilayah perkotaan Merauke.

Penyaluran BPBL dilakukan di Kelurahan Kelapa Lima, khususnya kawasan Mangga Dua, Kota Merauke, Senin (26/1). Program tersebut merupakan inisiatif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) dengan sasaran rumah tangga tidak mampu.

Bantuan mencakup instalasi listrik gratis, sertifikat laik operasi, biaya penyambungan, serta token listrik perdana. Penyaluran ditandai dengan penyalaan listrik secara simbolis di rumah warga penerima.

Selain bantuan listrik, SERUNI KMP juga menyalurkan paket sembako serta bantuan sanitasi berupa pembangunan sarana bilik toilet untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat.

Rombongan SERUNI KMP di Kelapa Lima dihadiri Sri Suparni Bahlil Lahadalia (istri Menteri ESDM), Elizabeth Tjandra atau Liza Thohir (istri Menteri BUMN Erick Thohir), serta Ernawati Trenggono (Penasihat Dharma Wanita Kementerian Kelautan dan Perikanan).

Dari unsur pemerintah daerah dan organisasi perempuan Provinsi Papua Selatan turut hadir Tetyliana Moi Wolo Imadawa (istri Wakil Gubernur Papua Selatan), istri Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Nova Gebze (istri Bupati Merauke), istri Kapolres Merauke, serta jajaran organisasi perempuan lainnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mengatakan kehadiran SERUNI KMP merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Papua Selatan.

“Kehadiran ibu-ibu dari Kabinet Merah Putih merupakan bukti bahwa negara hadir. Program BPBL dan bantuan sosial ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ferdinandus.

Namun di sisi lain, kondisi ketenagalistrikan di Distrik Waan hingga kini masih memprihatinkan.

Kepala Distrik Waan, Victor Chabuya, mengungkapkan listrik belum pernah mengalir ke wilayahnya sejak dahulu kala.

“Sejak Adam lahir sampai Adam mati kami tidak tahu seperti apa itu lampu,” kata Chabuya saat ditemui di Merauke, Selasa (6/1).

Akibat ketiadaan listrik, masyarakat Distrik Waan masih menggunakan api dari kayu bakar sebagai sumber penerangan utama, terutama pada malam hari. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat serta pelayanan pemerintahan di tingkat distrik.

“Untuk terang, kami menyalakan api,” kata dia. Chabuya berharap pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian serius agar jaringan listrik segera menjangkau Distrik Waan wilayah terpencil di Kabupaten Merauke. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *