Belum Ada Rekomendasi Bupati Merauke, untuk SPBU Waan dan Kontuar

0

Merauke, PSP – Rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Distrik Waan dan Distrik Kontuar, Kabupaten Merauke, hingga kini belum dapat dilanjutkan.

Pasalnya, belum ada surat rekomendasi dari Bupati Merauke sebagai salah satu syarat utama pembangunan SPBU di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Sales Branch Manager II PT Pertamina Papua Selatan dan Papua Pegunungan, Aziz Askaputra, saat dikonfirmasi terkait rencana Pertamina menghadirkan SPBU di dua distrik tersebut.

“Belum ada surat rekomendasi yang clear dengan tanda tangan Bupati,” ujar Aziz.

Ia mengakui hingga saat ini Distrik Waan dan Distrik Kontuar belum mendapatkan rekomendasi resmi, sehingga proses pendaftaran pembangunan SPBU belum dapat dilakukan.

“Belum lanjut proses daftar. Kalau Kimaam sudah, Waan dan Kontuar yang belum,” lanjutnya.

Kondisi ini juga berkaitan dengan keluhan masyarakat di Distrik Waan dan Kontuar yang hingga kini belum menikmati kebijakan BBM satu harga, berbeda dengan wilayah lain di Papua Selatan.

Sebelumnya, Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terkait penambahan titik BBM Satu Harga di wilayah Papua Selatan.

Untuk periode 2025–2029, kata Bramantyo, program BBM Satu Harga akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang belum terlayani dan memiliki keterbatasan akses terhadap BBM dengan harga terjangkau.

“Berdasarkan koordinasi awal, terdapat beberapa wilayah di Papua Selatan yang dipertimbangkan, antara lain Distrik Waan dan Distrik Kontuar,” ujarnya.

Ia menegaskan Pertamina akan terus melanjutkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mengawal proses penambahan titik BBM Satu Harga di Papua Selatan. “Kami akan lanjutkan koordinasi dengan seluruh pihak untuk mengawal proses penambahan titik BBM Satu Harga di Papua Selatan,” kata Bramantyo. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *