Ulos Anumbon : Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Harus sesuai Prosedur

0
Pose bersama usai pembukaan kegiatan penguatan terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak

Pose bersama usai pembukaan kegiatan penguatan terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak

Tanah Merah, PSP – Pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Boven Digoel gelar kegiatan Penguatan Kapasitas dan Peningkatan pemahaman mengenai isu kekerasan terhadap perempuan.

Staf Ahli bidang pemerintahan hukum dan politik Setda Boven Digoel Ulos Anumbon saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, isu kekerasan perempuan adalah persoalan serius yang tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga merusak tatanan sosial, budaya, dan masa depan keluarga. Kekerasan dalam bentuk fisik, psikis, seksual, ekonomi, maupun dalam rumah tangga adalah pelanggaran terhadap martabat manusia dan tidak dapat di toleransi, oleh karena itu, setiap laporan harus ditangani dengan cepat, tepat, dan manusiawi.

Dikatakan Ulos Anumbon, Pemerintah daerah bersama seluruh OPD wajib memberikan perlindungan dan terus memperkuat sistem pencegahan, penanganan, dan pemulihan terhadap korban kekerasan. upaya ini harus dilakukan secara konfrensif mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan regulasi daerah, koordinasi lintas sektor, hingga pada ketertiban aktif masyarakat, lembaga adat, dan tokoh agama.

“Pelatihan ini sangat penting, karena pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat berjalan hanya dengan aturan, tetapi membutuhkan pemahaman, empati, dan kemampuan teknis dari para pendamping, aparat, maupun para pemangku kepentingan,”ungkapnya.

Ulos Anum juga berharap melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami bentuk dan dinamika kekerasan terhadap perempuan secara lebih konfrensif, menguatkan mekanisme koordinasi dalam penanganan kasus, menjadi agen perubahan dilingkungan masing-masing untuk menciptakan masyarakat yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan.

Ia mengajak kepada semua elemen masyarakat, untuk terus bersinergi dengan pemerintah, lembaga adat, organisasi perempuan, gereja, masjid, sekolah, dan seluruh masyarakat agar kabupaten boven digoel menjadi tempat yang aman bagi seluruh masyarakat, terutama perempuan dan anak. “Pada kesempatan ini saya mengajak, mari kita bangun boven digoel sebagai kabupaten yang menghormati martabat perempuan, melindungi hak-haknya, dan memberikan ruang bagi perempuan untuk berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan,”pungkasnya.[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *