Pimpin Apel Siaga Nataru 2025, Julivan Sudah Pastikan Alat Keselamatan Pelayaran
Penyematan pita menandai oprasional kesiapsiagaan di pelabuhan Merauke oleh Capt. Julivan
Merauke, PSP – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Merauke, Capt. Julivan Ch. L. Salindeho, M.Mar, memimpin apel siaga pembukaan Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2025 di Pelabuhan Laut Merauke, Kamis (18/12).
Apel siaga yang digelar di area Pelabuhan Merauke tersebut diikuti oleh sejumlah instansi terkait, di antaranya TNI AL, Polri, Polairud, Pelindo, perusahaan pelayaran, Karantina Kesehatan, Karantina Hewan dan Tumbuhan, Dinas Perhubungan, serta Basarnas.
Kesiapsiagaan pengawasan arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara simbolis ditandai dengan penyekatan pita oleh Kepala KSOP Merauke sebagai tanda dimulainya operasional posko.
Capt. Julivan menegaskan, aspek keamanan dan keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu selama periode Nataru. Untuk itu, pihaknya akan terus menjalin koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG. Ketika memang nanti cuaca tidak mendukung, tentu kami akan menunda pelayaran dan tidak memberikan izin,” jelas Julivan usai apel siaga.
Ia juga menyampaikan bahwa KSOP Merauke telah melakukan uji petik atau ramp check terhadap tujuh kapal penumpang yang akan melayani angkutan laut selama musim Nataru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kapal memenuhi standar keselamatan.
“Kami memastikan alat-alat keselamatan di setiap kapal sudah tersedia,” tegasnya.
Terkait kapal Tatamilau rute Merauke–Bitung yang sempat viral di media sosial karena diduga kelebihan penumpang, Julivan meminta dukungan semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, tingginya animo masyarakat untuk mudik menjelang Nataru menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan keterbatasan armada.
“Iya, mengenai hal itu kami meminta dukungan semua pihak. Khususnya kita di Papua Selatan ini sedianya masih membutuhkan tambahan armada,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPR Provinsi Papua Selatan, Charles Gomar, yang turut hadir dalam apel siaga tersebut, menyebut lonjakan penumpang pada momen hari raya merupakan hal yang tidak terhindarkan.
“Kalau hari raya itu lonjakan penumpang pasti meningkat. Jadi kalau armada hanya ada yang reguler saja, maka petugas pelayanan di pelabuhan berada pada kondisi dilema. Di satu sisi petugas harus menjalankan aturan, di sisi lain masyarakat membutuhkan pelayanan dari pemerintah,” ujar Charles.
Ia menambahkan, dukungan penambahan armada di Papua Selatan menjadi kebutuhan mendesak, tidak hanya untuk angkutan penumpang tetapi juga untuk kelancaran distribusi barang. “Ini bukan saja berbicara untuk penumpang, tapi juga pergerakan barang. Terlebih sekarang kontainer di pelabuhan sangat menumpuk,” tandasnya. [ERS-NAL]
