Gangguan Regional di Beberapa Daerah Picu Anomali Cuaca di Merauke
Marsildus Keytimu
Merauke, PSP – Dinamika atmosfer regional memicu anomali cuaca ekstrem di wilayah Merauke dan Papua bagian selatan beberapa hari ke belakang. Meskipun saat ini berada dalam periode musim hujan, Stasiun Klimatologi Papua Selatan mencatat suhu udara sempat menyentuh angka hingga 34 deraja celcius.
Kepala Staklim Papua Selatan, Marsildus Keytimu mengatakan bahwa perubahan cuaca ekstrem ini disebabkan oleh beberapa gangguan regional di atmosfer. Awalnya, adanya daerah tekanan rendah memicu bibit siklon tropis di wilayah regional, seperti yang sempat terjadi di Sumatera Utara.
” Untuk dinamika atmosfer dari hasil analisis memang terjadi beberapa gangguan regional seperti adanya daerah tekanan rendah yang memicu terjadinya siklon tropis,” ujar Marsildus saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (2/12).
Gangguan ini menyebabkan awan konvektif (awan penyebab hujan) tertarik ke daerah siklon, mengakibatkan berkurangnya suplai uap air dan tutupan awan di wilayah selatan Papua, termasuk Merauke.
Kondisi anomali semakin terasa karena data terakhir menunjukkan suhu udara yang tinggi.
“ Dari pantauan data terakhir padahal di periode musim hujan tapi suhunya berasa seperti di musim kemarau, suhu udara yang tercatat di kami ada yang menyentuh sampai 34 Derajat Celcius,” jelasnya.
Fenomena ini dinilai cukup ekstrem karena terjadi di periode seharusnya wilayah tersebut diguyur hujan, bukan mengalami suhu panas seperti kemarau.
Meskipun wilayah selatan saat ini cenderung kering, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Saat ini, terdapat bibit siklon tropis lain di sebelah utara Laut China yang memicu penumpukan awan konvektif di utara Papua.
“ Sekarang ada lagi di sebelah utara laut China ini ada lagi satu bibit siklon tropis sehingga ini kalau kita lihat memang di wilayah utara Papua ini yang terjadi penumpukan awan konvegtif. Kalau di kita memang saat ini karena di selatan itu cenderung sedikit uap airnya sehingga memang kondisi daerah tutupan awannya tidak begitu banyak,” tambahnya.
Yang perlu diwaspadai saat tiba-tiba terjadi pelemahan daerah siklon tropis tersebut. Pelemahan ini berpotensi menyebabkan perubahan cuaca mendadak seperti yang pernah terjadi sebelumnya yaitu hujan lebat dengan skala harian yang pendek. Diprediksi, kondisi cuaca hingga sepekan ke depan akan diwarnai oleh daerah berawan dan hujan-hujan lokal yang tersebar. Hujan lokal ini diperkirakan memiliki durasi singkat tetapi dengan intensitas lebat.[JON-NAL]
