Isu CPNS  Tenaga Kesehatan Lolos Tanpa Tes, di tanggapi Mantan Bupati Boven Digoel Hengky Yaluwo

0
Mantan bupati Boven Digoel Hengki Yaluwo

Mantan bupati Boven Digoel Hengki Yaluwo

Tanah Merah, PSP – Maraknya isu yang beredar di media sosial terkait dengan tenaga kesehatan jadi CPNS tanpa ikut test, tentu menimbulkan pertanyaan dan polemik di kalangan masyarakat, termasuk para pencari kerja terutama di bidang kesehatan, karena dinarasikan bahwa sebelumnya tenaga kesehatan tersebut honorer di RSUD Boven Digoel, namun setelah menerima SK saat ini bertugas di Dinas kesehatan Boven Digoel.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Bupati Boven Digoel Hengki Yaluwo saat dikonfirmasi media ini mengatakan sebenarnya yang bersangkutan bukan lolos sebagai P3K atau paruh waktu namun yang bersangkutan lolos sebagai K2.

Dijelaskan Mantan Bupati Hengki, Dimana yang bersangkutan telah di nyatakan lolos dalam K2 tersebut, namun saat penempelan nama tidak tertera di dalam, sehingga membuat yang bersangkutan langsung menghadap dirinya sebagai Bupati pada saat itu, untuk menyampaikan permasalahan yang di alaminya.

Berangkat dari hal  tersebut. Kata Mantan Bupati Hengki, dirinya membantu tenaga kesehatan tersebut hingga lolos, namun karena terlambat, sehingga SK baru di terima saat penyerahan SK 200 lebih CPNS dan PPPK kemarin.

“Jadi ini sebenarnya bukan P3K namun yang bersangkutan lolos K2. Namun karena keterlambatan kepengurusan sehingga kita ikut sertakan satu orang ini untuk mendapatkan SK saat pembagian SK kemarin,”ujar Mantan Bupati Hengky Yaluwo, dibalik selulernya Rabu (12/11/2025).

Menurut Hengki Yaluwo, apa yang di lakukan pada saat itu, merupakan kebijakan dirinya sebagai Bupati Boven Digoel pada saat itu. Sebab jika ia tidak mengunakan kebijakan tersebut maka di pastikan banyak pencari kerja terutama K2 banyak yang tidak lolos karena terkendala masalah usia.

Sehingga mengunakan kebijakan Pemerintah Daerah melalui kepemimpinannya sebagai bupati Boven Digoel, dan hal ini bukan hanya satu orang yang dibantu, tetapi banyak orang yang sudah di bantu.

“Hanya kemarin mungkin teman teman merasa kenapa kami ,di test kami tidak lihat dia,baru dia punya nama ada ,tapi sebenarnya dia ada di K2 dan sudah honor semenjak tahun 2016,2017,”Kata Hengky Yaluwo. Lebih Lanjut Hengki menegaskan tidak ada kepentingan apapun untuk membantu yang bersangkutan. Sehingga jika ada yang merasa tidak puas maka langsung ke dirinya untuk di berikan penjelasan,sebab pada saat itu ia sebagai Bupati Boven Digoel.[VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *