MRP Bentuk Tim Investigasi Kasus Penembakan di Asmat
Damianus Katayu, M.AP
Damianus Katayu : Kami melihat ketidakhadiran pemerintah di Asmat
Merauke, PSP — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus penembakan yang terjadi di Asmat. Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, M.AP, menyatakan tim tersebut sudah turun langsung ke lokasi kejadian dan telah kembali untuk melaporkan hasil awal investigasi.
“Tim kami sudah bentuk, sudah turun ke Asmat. Nanti kami akan bahas,” ujar Damianus Katayu di kantor MRP Papua Selatan, Selasa (7/10).
Katayu menambahkan, saat ini tenaga ahli dari MRP sedang bekerja untuk mengkaji hal-hal krusial yang muncul pasca-penembakan tersebut. Setelah proses kajian selesai, mereka akan melakukan presentasi dan menyampaikan rekomendasi yang diperlukan.
“Kami sedang mempersiapkan rekomendasi, nanti akan kami sampaikan setelah presentasi,” tegasnya.
MRP juga menyerukan agar kekerasan tidak diselesaikan dengan kekerasan. Menurut Katayu, penyelesaian konflik harus dilakukan melalui pendekatan kasih sayang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam dialog bersama masyarakat, MRP melihat adanya ketidakhadiran pemerintah di wilayah Asmat. Katayu menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjalankan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) untuk benar-benar dirasakan oleh masyarakat asli Papua. “Dialog kami dengan masyarakat, kami melihat ketidakhadiran pemerintah disana. Pemerintah harus hadir kabupaten dan Provinsi. Jika tidak, hal-hal kecil dapat memicu konflik,” pungkasnya. [ERS-NAL]
