Januari hingga Juli, Puskesmas Kelapa Lima Temukan 33 Kasus Stunting, Dominan OAP

0
Tampak seorang dokter yang sedang memeriksa kesehatan seorang anak yang datang berobat bersama orangtuanya

Tampak seorang dokter yang sedang memeriksa kesehatan seorang anak yang datang berobat bersama orangtuanya

Merauke, PSP  – Angka sunting di wilayah Puskesmas Kelapa Lima, Kabupaten Merauke terhitung mulai Januari hingga Juli 2025 ini tercatat 33 kasus. Sementara di tahun 2024 jumlahnya mencapai 59 kasus.

“Dari data ini dominan anak-anak OAP, 99 persen”, ujar Petugas Gizi Puskesmas Kelapa Lima, Esti Wulandari, kemarin.

Secara jumlah, kata Wulandari, angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Angka stunting tersebut dikatakan menurun berdasarkan data aplikasi. Dimana  anak- anak yang terkena stunting itu sudah tidak pernah datang lagi memeriksa kesehatan di Puskesmas.

Dari jumlah mereka terkena stunting atau kurang gizi  karena faktor ekonomi orang tuanya yang cukup memprihatinkan. Dampaknya, kebutuhan gizi para anak-anaknya tidak bisa terpenuhi sepenuhnya.

Untuk mencegah stunting sendiri, pihak Puskesmas terus melakukan upaya-upaya dan memberikan sosiaslisasi kepada masyarakat, khususnya kalangan ibu-ibu. Mulai dari  menjaga kebersihan, memberikan makan makanan bergizi yang cukup dan apabila sakit segera datang ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari standar usianya. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *