Gagal Panen Petani Dikuatirkan Berdampak pada  Peningkatan Inflasi di Merauke

0
Tampak sawah milik petani yang terendam

Tampak sawah milik petani yang terendam

Merauke, PSP – Sebagian besar petani padi Merauke saat ini sedang mengalami gagal panen akibat sawah terendam karena curah hujan tinggi. Dengan biaya produksi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua Selatan, Sunarjo mengkuatirkan kondisi ekstrem yang dialami petani padi saat iki dikuatirkan akan berdampak pda peningkatkan inflasi di Kabupaten Merauke. Di beberapa wilayah dengan kondisi ekstrim saat ini petani biaya panennya biaya produksinya sudah tinggi . Sementara hasil produksi menurun akibat padi banyak yang rusak karena terendam air dan pengangkutan dari lahan ke rumah pin harus mengeluarkan biaya tambahan lagi sebab tidak bisa mengandalkan jalan tani yang terendam juga.

“Dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan petani tidak bisa menjemur hasil panen secara alami tapi haris menggunakan mesin pengering. Hal ini juga membutuhkan biaya biaya tambahan”,ujarnya, kemarin.

Ditambahkan Sunarjo di Papua Selatan sendiri hal-hal yang mempengaruhi peningkatan inflasi dimulai transportasi, harga rumah sewa, harga emas, komoditas makanan. Pemerintah sendiri dituntut untuk mengontrol kesediaan pangan agar tetap ada. Seperti diketahui bahwa kenaikan biaya produksi menjadi salah satu pemicu inflasi.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *