Tetua Adat Merauke Bertemu Gubernur Papua Selatan di Gedung Negara
Pertemuan Gubernur Papua Selatan dengan tetua adat di Merauke.
Merauke, PSP – Sejumlah tetua adat di Kabupaten Merauke menggelar pertemuan dengan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, di Gedung Negara, Selasa (22/7), untuk membahas aksi demonstrasi yang terus berlanjut terkait hasil seleksi CPNS tahun 2024.
Dalam pertemuan tersebut, para tetua adat menyampaikan keprihatinan atas aksi protes yang dinilai telah mengarah ke tindakan anarkis dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Mereka meminta agar unjuk rasa dihentikan dan diselesaikan melalui jalur dialog.
Hakim Golongan Adat Malind-Imo, Yus, menegaskan bahwa aksi protes sah dilakukan, namun harus dibatasi agar tidak berujung pada pemaksaan, penghinaan, atau pengerusakan. Ia juga menyarankan agar izin demonstrasi tidak diberikan apabila tidak mendapat persetujuan dari kepala suku adat setempat.
“Segala sesuatu diselesaikan dengan duduk bersama, bukan dengan kekerasan. Kita harus menjaga harga diri dan jati diri kita,” ujar Yus.
Ketua Umum Golongan Sosom, Kasimirus Kaize, mengimbau para pendemo untuk menghentikan aksi-aksi mereka demi menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah provinsi dan gubernur adalah untuk seluruh masyarakat.
“Kami sebagai orang adat meminta semua pihak menjaga kedamaian. Mulai hari ini, hentikan demo-demo,” kata Kasimirus.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyampaikan apresiasi kepada para tetua adat atas masukan yang disampaikan. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan tetap bersikap netral dan mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat.
“Keamanan adalah warisan dari leluhur kita. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat bisa beraktivitas dengan baik,” ujar Gubernur Safanpo. Terkait hasil seleksi CPNS 2024, Safanpo menyebut Pemerintah Papua Selatan terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna mengupayakan penambahan kuota bagi peserta yang belum lulus. [ERS-NAL]
