Wagub Papua Selatan Ajak Gereja Perangi Kekerasan dan Anak Jalanan Penghirup Aibon

0
perayaan Hari Ulang Tahun ke-36 Jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) “Pison” Wilayah Pantai Selatan Papua, Klasis Maro, di Merauke.

perayaan Hari Ulang Tahun ke-36 Jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) “Pison” Wilayah Pantai Selatan Papua, Klasis Maro, di Merauke, Rabu (16/7).

Merauke, PSP — Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, mengajak gereja untuk mengambil peran aktif dalam memerangi kekerasan, kriminalitas, dan fenomena anak-anak yang menghirup lem Aibon. Hal itu disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-36 Jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) “Pison” Wilayah Pantai Selatan Papua, Klasis Maro, di Merauke, Rabu (16/7).

Dalam sambutannya, Paskalis menyoroti meningkatnya rasa cemas akibat maraknya kekerasan dan hilangnya rasa kekeluargaan di tengah masyarakat. Ia menyebut fenomena anak-anak jalanan pengguna Aibon sebagai tanda lemahnya sentuhan iman dalam kehidupan sosial.

“Yang kita lihat hari ini di luar gereja adalah kekerasan, gertakan, kriminalitas, dan anak-anak Aibon. Mari kita geser perlahan semua kecemasan ini. Hanya Tuhan yang bisa mengubahnya,” ujar Paskalis di hadapan ratusan jemaat.

Ia juga mengingatkan perubahan kondisi sosial dari era 1980–1990 yang dianggap lebih aman dan damai, dibandingkan dengan kondisi sekarang di mana masyarakat kerap menemukan orang mabuk atau bahkan korban jiwa di pinggir jalan.

Lebih jauh, Paskalis menegaskan pentingnya gereja sebagai motor pembaruan sosial dan pembangunan. Ia mengajak gereja untuk tidak hanya fokus pada aspek spiritual, tetapi juga turut aktif dalam pembangunan di Provinsi Papua Selatan.

“Gereja tidak membatasi ruang dan waktu. Dalam Kristus kita adalah satu, dan kita pun satu dalam semangat membangun negeri Papua Selatan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta pihak gereja untuk mengajukan bantuan pengadaan kursi kepada pemerintah provinsi guna menunjang kegiatan jemaat yang kian berkembang. Menurutnya, peran pemerintah dalam mendukung kegiatan keagamaan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Perayaan HUT ke-36 GIDI Jemaat “Pison” kali ini menjadi yang pertama kalinya sejak gereja berdiri. Ratusan jemaat memadati gedung gereja dan halaman, menandai antusiasme tinggi umat dalam momen bersejarah tersebut. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *