Raker BOK 2025: Dinkes Merauke Evaluasi Program, Soroti HIV/AIDS dan Pembangunan Puskesmas

0
Rapat kerja Bantuan operasional kesehatan, Dinkes kabupaten Merauke, tahun 2025

Rapat kerja Bantuan operasional kesehatan, Dinkes kabupaten Merauke, tahun 2025

Merauke, PSP – Rapat Kerja Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2025 resmi digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (15/7) hingga Kamis (17/7). Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi capaian program dan penyusunan strategi peningkatan layanan kesehatan di wilayah paling timur Indonesia.

Dalam sambutan pembuka, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Neville Mustika, menegaskan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kesehatan. Ia menyoroti perlunya dukungan kepala daerah untuk mendorong pembangunan dua puskesmas prototipe di wilayah pedalaman Ilwayab dan Tanah Miring.

Selain itu, dr. Neville juga memperkenalkan 25 puskesmas yang saat ini aktif melayani masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Merauke. Menurutnya, keberadaan puskesmas tersebut menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar yang harus terus diperkuat, baik dari sisi sarana, tenaga medis, maupun program kerja.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Merauke, Yoseph B. Gebze, S.H., L.L.M., menyampaikan bahwa seluruh program kesehatan harus berdampak langsung dan nyata bagi masyarakat. Ia mendorong Dinas Kesehatan untuk fokus pada capaian indikator kerja utama yang dapat diukur secara konkret.

“Sasaran program itu harus menjadi nyata. Indikator kerja utama itu akan kita kejar, dan capaiannya juga harus bisa kita jawab, sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Bupati.

Bupati juga menyoroti meningkatnya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS di Merauke. Ia meminta agar hal ini menjadi perhatian serius dan ditangani secara produktif oleh unit-unit pelayanan kesehatan terkait.

“Penanggulangan IMS dan HIV/AIDS ini agak menanjak. Ini harus kita tekan. Jangan sampai kita mengulangi sejarah yang kurang baik. UPTD yang menangani ini harus diberi perhatian. Kita tahu anak-anak sekolah, keluarga, bahkan TNI dan Polri pun ada yang tertular. Maka kita harus lebih produktif dalam melaksanakan program penanggulangan,” tegasnya.

Mengenai pembangunan puskesmas prototipe, Bupati menyampaikan bahwa Merauke masih kekurangan dua unit. Ia berharap pembangunan ini bisa rampung dalam satu hingga dua tahun mendatang.

“Puskesmas prototipe kita masih kurang dua. Mudah-mudahan dalam satu atau dua tahun ini bisa selesai, sehingga program nasional bisa dijawab secara menyeluruh oleh Kabupaten Merauke,” tutupnya. Raker ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi seluruh pemangku kepentingan, guna memperkuat sistem layanan kesehatan yang merata, tangguh, dan responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Merauke.[CR1-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *