Rakerkesda Papua Selatan Dorong Sinergi Lintas Sektor Tingkatkan Derajat Kesehatan

0
Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Selatan di Swiss-Bell Hotel.

Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Selatan di Swiss-Bell Hotel.

Merauke, PSP — Pemerintah Provinsi Papua Selatan menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung di Swiss-Belhotel Merauke, Selasa (8/7).

Rakerkesda resmi dibuka oleh Asisten I Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, mewakili Gubernur Apolo Safanpo. Dalam sambutannya, Guritno menegaskan pentingnya sinergitas antarlembaga untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih baik di Papua Selatan.

“Rakerkesda ini adalah momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Guritno.

Rakerkesda tahun ini mengusung tema Transformasi Kesehatan Menuju Papua Selatan yang Sehat, Cerdas, dan Produktif, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan visi pembangunan daerah.

Guritno menyebut, tantangan kesehatan di Papua Selatan masih signifikan, termasuk tingginya angka stunting, penyebaran penyakit menular dan tidak menular, serta keterbatasan akses layanan primer di wilayah terpencil.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah yang produktif untuk pertukaran masukan inovatif dan memperkuat kerja sama antara pusat, daerah, TNI/Polri, swasta, serta lintas sektor lainnya,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahanggiar, menjelaskan bahwa Rakerkesda kali ini merupakan yang ketiga sejak 2023.

Ia menekankan pentingnya transformasi di sektor kesehatan sebagai fondasi bagi masyarakat yang sehat secara fisik, cerdas intelektual, dan produktif secara sosial ekonomi.

“Tantangan yang kita hadapi besar, mulai dari keterbatasan sumber daya kesehatan, tingginya angka kematian ibu dan bayi, hingga pengendalian stunting dan penyakit,” ujar Benedicta.

Rakerkesda dijadwalkan berlangsung selama empat hari, 8–11 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan dari empat kabupaten di Papua Selatan—Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel—beserta para direktur rumah sakit dan perwakilan lintas sektor lainnya. Benedicta berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis berbasis data sebagai pedoman dalam meningkatkan sistem kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan. [ERS-NAL] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *