82 Pelajar Ikuti Lomba Minat dan Bakat di Papua Selatan

0
Wakil Gubernur Paskalis Imadawa saat menghadiri pembukaan Lomba Minat dan Bakat Siswa (MBS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Selasa.

Wakil Gubernur Paskalis Imadawa saat menghadiri pembukaan Lomba Minat dan Bakat Siswa (MBS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Selasa.

Merauke, PSP — Sebanyak 82 pelajar dari empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan mengikuti Lomba Minat dan Bakat Siswa (MBS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Selasa (1/7). Kegiatan berlangsung di Hotel Halogen Merauke.

Peserta berasal dari Kabupaten Merauke (36 siswa), Boven Digoel (16 siswa), Mappi (20 siswa), dan Asmat (10 siswa). Mereka berkompetisi dalam sejumlah cabang lomba seperti pencak silat, karate, menyanyi solo, dan tari kreasi, yang melibatkan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga SMK.

Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, dalam sambutannya saat membuka acara menegaskan pentingnya pengembangan minat dan bakat siswa sebagai bagian dari upaya pendidikan yang holistik.

“Anak-anak kita adalah masa depan, tetapi juga harapan Papua Selatan saat ini. Mereka memiliki talenta luar biasa di bidang olahraga, seni, hingga sains dan teknologi,” ujar Paskalis.

Menurutnya, kegiatan seperti MBS memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri secara positif, kreatif, dan produktif. Ia juga menyoroti pentingnya membangun karakter dan semangat kompetitif yang sehat di kalangan pelajar.

Lebih lanjut, Wagub Paskalis menekankan bahwa pendidikan di Papua Selatan tidak boleh hanya berorientasi pada akademik. Ia menyatakan bahwa pengembangan bakat harus menjadi bagian integral dari proses pendidikan, sekaligus menjadi sarana memperkuat solidaritas antar pelajar dan membangun semangat Papua Selatan yang bangkit, cerdas, dan berdaya saing.

Namun demikian, Paskalis juga menyinggung tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan di Papua Selatan, termasuk keterbatasan akses dan fasilitas. Ia secara khusus menyoroti ketidaksesuaian kurikulum nasional dengan kondisi nyata di daerah.

“Kurikulum yang terus berubah ini seringkali tidak relevan dan sulit diterapkan di Papua karena keterbatasan fasilitas. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya. Usai menyampaikan sambutan, Wagub Paskalis secara simbolis membuka kegiatan dengan menabuh tifa. Lomba ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga momen mempererat kebersamaan antar pelajar lintas kabupaten di Papua Selatan. [ERS-NAL] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *