Cegah Radikalisme, FKPT Papua Selatan dan BNPT Gelar “Rembuk Merah Putih” di Merauke

0
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Papua Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia menggelar kegiatan “Rembuk Merah Putih” di Hotel Panda, Merauke, Sabtu.

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Papua Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia menggelar kegiatan “Rembuk Merah Putih” di Hotel Panda, Merauke, Sabtu.

Merauke, PSP — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Papua Selatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia menggelar kegiatan “Rembuk Merah Putih” di Hotel Panda, Merauke, Sabtu (28/6), sebagai upaya memperkuat cinta tanah air dan mencegah penyebaran paham radikalisme.

Kegiatan bertajuk “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air” ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Otonomi Khusus, Michael Rooney Gomar, yang mewakili Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo.

“Ancaman terorisme masih nyata. Karena itu, diperlukan narasi-narasi perdamaian, toleransi, dan nasionalisme yang terus digaungkan, baik secara langsung maupun melalui media digital,” ujar Gomar dalam sambutannya.

Gomar menyebut kegiatan “Rembuk Merah Putih” sebagai langkah penting dalam membentuk karakter generasi muda, pelajar, jurnalis, hingga konten kreator agar menjunjung tinggi nilai kasih sayang, toleransi, dan kehidupan damai.

Dengan mengusung subtema “Pitutur Cinta dan Tinta Emas”, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan, sebagai pondasi dalam menciptakan harmoni sosial dan mencegah radikalisme.

“Pola pengajaran agama yang sempit dan menekankan perbedaan berpotensi memicu konflik. Karena itu, pendekatan berbasis cinta harus terus dikembangkan,” tambahnya.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, hingga mantan narapidana terorisme penting dilakukan untuk membendung pengaruh ideologi ekstrem.

Ketua FKPT Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, menyatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang dialog antar elemen masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai potensi ancaman terhadap persatuan bangsa.

“Melalui Rembuk Merah Putih, kita ingin menyatukan tokoh agama, mahasiswa, jurnalis, dan unsur masyarakat lainnya untuk aktif mencegah ideologi radikal yang merusak kehidupan berbangsa,” jelas Guritno.

Ia berharap peserta kegiatan dapat menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat ketahanan sosial di tengah masyarakat Papua Selatan, khususnya generasi muda dan pelajar.

Kegiatan ini diikuti oleh tokoh agama, akademisi, mahasiswa, jurnalis, organisasi perempuan, pondok pesantren, serta perwakilan ormas keagamaan. Acara resmi dibuka dengan penabuhan tifa oleh Michael Rooney Gomar sebagai simbol dimulainya “Rembuk Merah Putih” secara resmi di Papua Selatan. [ERS-NAL] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *