Asmat Masih Angka Tertinggi Malaria di Papua Selatan
Benedikta Herlina
Merauke, PSP – Wilayah Papua Selatan berkontribusi sekitar 10 persen dari total kasus malaria di tanah Papua. Penyumbang nomor satu di Papua Selatan adalah Kabupaten Asmat dengan jumlah 200 per 1.000 penduduk. Lalu disusul dengan Kabupaten Boven Digoel dan Mappi.
“Untuk angka terendah ada di Kabupaten Merauke. Ini dari data terakhir ya”, ujar Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan, Benedicta Herlina, beberapa hari lalu.
Herlina menyebut angka kasus malaria di Papua Selatan masih cukup tinggi yakni 5 kasus per 1.000 penduduk. Untuk mencapai eliminasi, angka tersebut harus ditekan menjadi hanya 1 kasus per 1.000 penduduk.
“Kita berharap di tahun 2030 itu harus eliminasi malaria di tanah Papua bahkan Indonesia”, tuturnya.
Dalam memberantas malaria, Dinkes PPS terus melakukan percepatan-percepatan bersama Dinas Kesehatan di empat kabupaten untuk penurunan prevalensi malaria. Hal ini sebenarnya sudah dilakukan sejak lama dan cenderung mengalami penurunan. Harus terus digiatkan dengan berkolaborasi lintas sektor, baik pemerintah,swasta dan masyarakat.
“Kita harapkan semua berpartisipasi. Karena malaria itu sangat berpengaruh bak terhadap ibu hamil dan anak-anak. Kalau ibu hamil dengan malaria dan anemia akan berdampak pada bayi dalam kandungannya. Kemudian anak-anak, yang terkena malaria akan mengganggu konsentrasi dalam belajarnya”, tukasnya. Pihaknya berharap malaria di Papua bisa terus membaik (menurun,red) dengan menjaga lingkungan dan memakai kelambu yang sudah diberikan pemerintah. Bila mengalami gejala harus segera melakukan cek darah malaria. Kemudian obat yang diberikan petugas harus diminum hingga tuntas sehingga tidak ada terjadi resistensi malaria.[FHS-NAL]
