Ini Upaya Wabup Fauzun Putus Mata Rantai Anak-Anak Pengguna Lem Aibon
Wabup Fauzun
Merauke, PSP – Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah dalam beberapa kesempatan bertemu dengan akan-anak aibon di kabupaten Merauke. Dirinya tergerak bagaimana untuk meminalisir anak-anak aibon ini tidak semakin banyak.
“ Langkah yang saya lakukan setiap Sabtu selama saya tidak ada kegiatan yang lain sudah menjadwalkan untuk turun jalan diantaranya adalah untuk merazia tempat-tempat anak aibon kumpul,” katanya kepada wartawan di kantor Bupati, Selasa (17/6).
Dirinya tidak hentinya menerangkan terkait bahaya penyalahgunaan lem aibon kepada anak-anak tersebut.
Wabup Fauzun mengungkapkan, semakin hari anak-anak pengguna lem aibon di kabupaten Merauke terus bertambah dan mata rantai tersebut harus segera diputus.
“ Jumlah mereka semakin banyak kurang lebih itu yang sudah terdata kami kerja sama dengan beberapa teman-teman kurang lebih sudah ada 200 di Merauke ini yang terdata,” jelasnya.
Salah satu upayanya adalah dengan melakukan pembatasan penjualan lem Aibon di toko-toko khususnya kepada anak-anak dibawah umur.
“ Harus ditekan penjualan lem aibon di toko-toko sehingga kita juga harus membuat sebuah peraturan Bupati untuk bagaimana memberikan sanksi terkait dengan toko-toko yang menjual belikan aibon tanpa filter. Untuk anak-anak dibawah umur tidak mungkin anak-anak menggunakan yang memberikan manfaat pasti kan disalahgunakan,” lanjutnya.
Selain itu, dirinya juga sedang berupaya untuk menghadirkan rumah singgah bagi ana-anak aibon tersebut melalui Kementerian terkait.
“ Ini kita lagi berjuang, kemarin kita sudah bertemu dengan Menteri Sosial juga dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kita sudah sampaikan untuk Merauke ini harus menjadi perhatian untuk diberikan rumah singgah untuk anak-anak itu,” tuturnya.
Namun begitu, perang keluarga juga sangat penting untuk bagaimana memperhatikan anak-anaknya dalam bermain agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang dapat merugikan diri mereka sendiri. “ Ini pentingnya peran keluarga untuk menekan aibon anak-anak kita. Karena orang tuanya tidak peduli, orang tuanya tidak pernah cek mereka ada dimana jadi mereka akhirnya bebas liar begitu, itu yang menjadi soal,” pungkasnya.[JON-NAL]
