21 Mei 2024

Genangan Air di Jalan Trans Papua Belum Juga Surut, Malah Semakin Meluas

0

Tampak Kasat Lantas Polres Merauke bersama anggotanya sedang membantu menyeberangkan sepeda motor warga yang mogok saat melintasi genangan air

Merauke, PSP – Titik genangan air di Jalan Trans Papua, Kabupaten Merauke akibat guyuran hujan terus bertambah. Namun titik paling rawan masih berada di jalan trans Papua tepatnya 200 meter setelah Pos Bim Pamtas RI-PNG Yonif 726/TML. Dimana air yang mencapai ketinggian 1 meter lebih atau sebahu orang dewasa belum juga surut hingga hari ini, Rabu (8/5/2024).

Komandan Pos Bim, Yonif 726/TM, Sertu R Ahmad mengatakan genangan air tersebut cukup tinggi sehingga menghambat aktifitas manusia maupun kenderaan yang hendak melintas, baik yang datang dari arah Merauke maupun dari arah Muting ke Merauke. Di daerah Pos Kalimaro juga ada genangan air.

Tak heran banyak masyarakat yang tertahan yang datang dari arah Muting, maupun dari Merauke. Untuk itu sebagian anggota dikerahkan membantu masyarakat yang hendak melintas.

“Posisi persis genangan itu sekitar 200 meter dari Pos kami (Pos Bim,red) ke arah Muting sebelum Koramil. Sampai sekarang ini airnya belum surut, mungkin karna masih hujan juga sore tadi”, tutur Danpos dari balik ponselnya, tadi sore.

Sementara Kasat Lantas Polres, AKP Novi Gultom menyebut pihaknya hanya bisa membantu kendaraan yang melintas di titik-titik genangan air yang tingginya selutut orang dewasa. Namun di titik lewat Pos Bim menuju jembatan Elikobel, akses satu-satunya hanya menggunakan perahu yang dimodifikasi masyarakat untuk menyeberangkan sepeda motor. Pihaknya juga mengarahkan masyarakat untuk mengurungkan niat menyebrang sembari menunggu air surut.

“Kalau yang titik lewat Pos Bim itu, memang harus pake perahu, karena tinggi airnya 1 meter atau sampai sebahu orang dewasa, juga ada arusnya”, kata AKP Gultom dari lokasi genangan satu jam yang lalu.

Di beberapa titik petugas mendapati dan membantu menyeberangkan kendaraan yang mencoba melintas namun tidak berhasil. Bahkan ada sekitar lima sepeda motor milik masyarakat yang mencoba melintas dan diavekuasi. Masyarakat banyak yang tertahan dan sebagian pengemudi truk lebih memilih stanby hingga menunggu air surut dan memasang terpal di pinggir jalan untuk beristirahat sejenak.

“Kan tidak semua tahu kalau di sini genangan airnya tinggi. Waktu saya tanya kenapa tidak kembali ke Merauke, mereka bilang sayang di bahan bakar minyak (BBM). Jadi mereka memilih standby saja. Begitu juga yang dari Boven Digoel. Mereka kalau kembali lagi ke Boven beratnya di BBM juga. Jadi lebih baik stanby”, kata AKP Novi yang mengaku pihaknya masih terus stanbay di sana.

Ditambahkan saat petugas dari Satlantas menuju lokasi tadi siang beberapa titik di ruas jalan trans Papua mulai dari Distrik Sota sudah mulai ada genangan, seperti di Barky, Marindah. “Kalau di hitung-hitung, ada enam titik”, singkatnya.[FHS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *