21 Mei 2024

Di Sebut-Sebut Masuk Bursa Bacawagub, Begini Tanggapan 2 Sosok Ini

0

Merauke, PSP – Tahun ini merupakan tahun politik, di mana masyarakat akan dihadapkan dengan penggunaan hak politiknya yaitu memberikan suaranya pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan yang akan berlangsung pada bulan November 2024.

Beberapa nama figur pun sudah menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

Sosok mana yang pantas memimpin Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan pada periode pertama nanti dan akan dipilih lewat pemilu.

Hal ini paska ditetapkannya undang-undang 14 Tahun 2022 tentang pembentukan Provinsi Papua Selatan.

Beberapa nama untuk bakal calon Gubernur (Bacagub) pun muncul ke permukaan. Mulai dari berlatar belakang birokrat, hukum, aparat kepolisian menghiasi dinding Bacalon Gubernur Papua Selatan dan wakil Gubernur.

Nama-nama yang disebut-sebut dan dirangkum media ini baik dari media sosial, maupun perbincangan-perbincangan dilingkungan masyarakat,

Seperti misalnya Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo,ST.,MT yang merupakan penjabat Gubernur Provinsi Papua Selatan saat ini. Kemudian, ada bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka,MT, ada pula Nicolaus Kondomo yang notabene dari kehukuman.

Selain itu, ada perwira di kepolisian Angel Berta Kaize, juga Yusak Yaluwo yang memajang balihonya di beberapa titik kota Merauke. Ada pula Eduardus Kaize yang merupakan ketua DPD PDI-P Papua Selatan.

Nama-nama ini diketahui juga sudah mendaftarkan diri ke beberapa partai politik tingkat Provinsi Papua Selatan. Untuk kemudian wajib mengikuti mekanisme yang ada di tubuh partai masing-masing.

Disamping itu, ada pula beberapa nama yang muncul dan digadang-gadang untuk menjadi bakal calon wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan.

Seperti misalnya, Yosep Yanuwo Yolmen,S.Pd.,M.Si.,MRSc yang merupakan anggota BP3OKP untuk Provinsi Papua Selatan, lain dari itu ada Yosep Gebze,SH.,LLM yang saat ini menjabat Kabiro Hukum Setda Provinsi Papua Selatan. Ada juga Kristosimus Agawemu yang merupakan mantan bupati Mappi.

Kedua figur, Yosep Yolmen dan Yosep Gebze ini sempat dikonfirmasi mengenai tanggapan mereka jika memiliki peluang menjadi bakal calon wakil Gubernur.

Yosep Yolmen yang ditanyai usai pendaftarannya ke PDI-P Papua Selatan Kamis (2/5) pekan lalu, mengaku sudah melakukan pendaftaran ke beberapa parpol di tingkat Provinsi Papua Selatan.

“Kebetulan pas jam sebelas itu, waktu yang diberikan kepada saya sendiri, tidak tau dengan teman-teman yang lain mungkin mereka sudah daftar juga, saya kurang tahu,” kata Yolmen menjawab pertanyaan awak media.

Kendati demikian, Yosep Yolmen menyampaikan bahwa pendaftarannya ke beberapa partai politik merupakan hak politik.

“Tapi kita semua harus mengikuti prosedur.

Saya menggunakan hak dicalonkan dan dicalonkan. Ini kan demokrasi , bahwa demokrasi itu kan siapapun punya hak untuk mencalonkan diri. Dan kita harus ikuti prosedur itu,”

Yosep menyebut, selanjutnya dia akan melakukan pendaftaran ke beberapa partai lain seperti PKB, Gerindra dan Perindo.

“Saya baru penyerahan berkas ke PDIP,” ujar dia.

Sementara itu, Yosep Gebze yang juga sudah mendaftarkan diri di beberapa partai politik ditingkat kabupaten, yang disinggung bahwa namanya disebut-sebut dalam bursa bakal calon wakil Gubernur Provinsi Papua Selatan, Yosep Gebze menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah pada pekerjaan di tingkat kabupaten.

Dia menyatakan bahwa pembicaraan spesifik tentang posisi tersebut (Bacawagub) belum terjadi, tetapi komunikasi antar tokoh politik sudah mulai terjalin.

“Semua Bacalon Gubernur yang saat ini sudah mulai muncul, kan kita kenal semua, yang mamanya tegur sapa saya rasa standar (lumrah) untuk kita semua. Kalau pembicaraan spesifik memang belum dilakukan (berkaitan bacawagub) tetapi dalam komunikasi antar tokoh, senior dan junior itu biasanya terjadi,” kata dia.

Yosep Gebze menegaskan bahwa dia lebih memilih untuk memulai dengan hal-hal kecil terlebih dahulu.

“Saya dengan tegas mengatakan, saya lebih memilih bekerja untuk hal-hal kecil dulu. Kalau ke depan seperti apa, itu persoalan nanti,” kata Yosep usai mengembalikan berkas pendaftaran ke DPC PPP Merauke baru-baru ini.

Sedianya setiap orang memiliki hak politik. Penegasan konstitusi terkait hak politik warga  negara, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM khusus Pasal 43 ayat (1) yang berbunyi setiap warga negara berhak untuk  dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Nah, itu lah beberapa nama putra-putri Papua Selatan yang saat ini muncul ke permukaan menjelang pemilu Pilkada yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024. Dan semuanya masih menunggu mekanisme peraturan maupun tahapan di Komisi Pemeilihan Umum (KPU). Jadi, kita tunggu saja ya.[ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *