Penekanan Stunting di Papua Selatan Perlu Kolaborasi Berbagai Pihak

Rembuk stunting empat kabupaten.
Merauke, PSP – Persoalan stunting di wilayah Provinsi Papua Selatan sampai saat ini masih menghantui anak – anak. Mengapa tidak, menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan di bulan Mei 2023 lalu angka stunting 4 kabupaten cakupan masih berada jauh di angka 14 persen target nasional.
Tertinggi berada di Kabupaten Asmat yakni 54,5 persen, sedangkan kabupaten Boven Digoel 37,2 persen, kabupaten Merauke 29,6, dan kabupaten Mappi 23,7 persen.
Sejak bulan Mei 2023 data ini dikeluarkan, hingga saat ini tampaknya belum ada penurunan stunting di Papua Selatan.
Sudah selayaknya dan sepantasnya upaya penekanan dan intervensi pemerintah Provinsi dan kabupaten guna menurunkan angka tersebut secara nyata.
Pemerintah provinsi Papua Selatan sebagai induk 4 kabupaten cakupannya, mengumpulkan stakeholder tiap kabupaten berembuk kan angka stunting yang turut menjadi perhatian Presiden Joko Widodo itu.
Pj. Gubernur Papua Selatan Dr. Ir. Apolo Safanpo,ST.,MT mengatakan, sesuai arahan Presiden di tahun 2023 data stunting yang secara nasional saat ini berkisar 21 persen harus diupayakan ke angka 17 persen, dan 14 persen di tahun 2024.
Ia berpesan, kerja menekan angka stunting secara nyata merupakan kerja bersama pemerintah di kabupaten maupun Provinsi.
“Kita ujung tombak implementasi program strategis nasional, mari kita bersama – sama melaksanakan tugas kita, ini kerja mulia demi generasi kita yang tangguh,” pesan Pj. Gubernur Safanpo dihadapan tim penurunan stunting 4 kabupaten di Careinn Hotel, Senin (4/9).
Dikatakan, pemerintah akan memastikan angka stunting kemudian melakukan evaluasi terkait hal apa yang sudah dilakukan mengupayakan penurunan stunting.
“Nanti kita akan evaluasi dulu apa yang sudah dilakukan, seperti ASI eksklusif, pemantauan reguler setiap minggunya maupun pemberian gizi tambahan bagi ibu dan bayi,” kata dia. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) percepatan penurunan stunting di tahun 2023 harus lah ditekan hingga 4,1 persen di tahun 2023 menuju 17,5 persen, sedang di tahun 2024 target percepatan 3,5 persen untuk mencapai 14 persen secara nasional. [ERS-NAL]