Bupati Romanus Akan Monitor Harga Pupuk Non Subsidi

0
Bupati saat menjelaskan persoalan dan solusi pupuk kepada masyarakat (1)

Bupati saat menjelaskan persoalan dan solusi pupuk kepada masyarakat. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Akibat belum turunnya pupuk bersubsidi di masa tanam saat musim penghujan sejak Desember lalu, membuat harga pupuk non subsidi terus melonjak naik. Hal ini berdampak pada para petani yang semakin terbebani, karena mau tidak mau harus memilih membeli pupuk dengan harga yang mahal, tak lain agar padi yang ditanamnya bisa panen.

Bupati Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka dalam merespon persoalan ini mengemukakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap melonjaknya harga pupuk. Ia memastikan bahwa naiknya harga pupuk masih dalam kondisi yang wajar.

“Kalau pupuk kita pasti akan tetap monitor. Kalau harga pupuk standard, sekarang, urea misalnyaa 12 ribu, ini nasional. Nah misalnya ada yang jual diatas 12 ribu, kalau misalnya yang jual  di Kurik enam, dua belas ribu lima ratus, berarti penjual ikut menghitung ongkos transportasi,” terangnya di Kantor Kampung Yasa Mulya belum lama ini.

Baca Juga : Papua barat Pos Menang Lomba

Bersama pihak terkait, menurutnya pengawasan terhadap pupuk terus dilakukan. “Kan tim pengawas pupuk ada. Dari Kabupaten, Polres, Kejaksaan, Pengadilan itu ada,” tambahnya.

Selain itu, Romanus mengatakan bahwa sesungguhnya secara internasional, terjadi pembatasan inpor pupuk dari Negara-negara produsen pupuk.

Baca Juga : Wabup Nilai Pelayanan Capil Belum Maksimal

“Penurunan pupuk ini terjadi secara dunia. Kita secara tidak lagi mendapat inpor pupuk dari beberapa Negara,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *