Dispora Akan Kembangkan Dua Olahraga Tradisional
Kepala Seksi Bina Olahraga Kemasyarakatan, Sandrak Rumbino, S Sos
Merauke, PSP – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Merauke akan mengembangkan olahraga tradisional. olahraga ini akan dikembangkan dengan adanya ketersediaan dana otonomi khusus yang diperuntukan pada dinas pemuda dan olah raga untuk menigkatkan potensi minat dan bakat para pemuda malind dan papua umumnya.
Kepala Seksi Bina Olahraga Kemasyarakatan Sadrak Rumbino, S.Sos mengatakan, dalam olahraga kemasyarakatan tentu yang kami kembangkan adalah olahraga-olahraga yang bersifat tradisional yakni, panahan tradisional, dayung tradisional dan beberapa jenis olahraga tradisional lainnya. Untuk anak-anak tentu kita lakukan olahraga rekreasi seperti tarik tambang, lari kelereng, lari karung serta beberapa jenis olahraga kreasi lainnya.
“Secara aturan diwajibkan untuk melaksanakan olahraga seperti ini, karena olahraga,-olahraga tersebut juga membantu pengembangan potensi olahraga yang ada di daerah tertentu, seperti kita di merauke ini yang menjadi prioritas adalah olahraga lempar lembing itu dari dulu sampai sekarang, dan secara historsi semua orang tau bahwa lempar lembing berasal dari merauke,” ujar Sandrak saat di temui beberapa waktu ini.
Dia juga menambahkan, kami juga tidak lupa dengan olahraga tradisional yang berkembang di masyarakat, dan kami telah mendata, ternyata ada olahraga tradisional di kabupaten merauke yang potensinya belum dibuka serta dikembangkan, tentu ada dua olahraga tradisiona dan olahraga tradisionall ini sangat unik.
“Dua olahraga ini yang pertama itu manjipa dalam bahasa kimaam atau dalam bahasa Indonesia gulatboh, itu olahraga tradisional yang berasal dari daerah kimaam, olahraga tradisional gulatboh ini pernah dibawakan di tingkat nasional tahun 2003 di kota jogjakarta. Olahraga tradisional yang kedua adalah olahraga jedo yang berasal dari kampung poo, dan kalau dalam bahasa Indonesia hokki tradisional, olahraga tradisional hokki ini kami sudah tampilkan waktu festival pentas olahraga tradisional di jambi, dan pada saat itu kami dapat prestasi terbaik dan juga jadi peserta favorit,” kata dia.
Dia juga menambahkan, olahraga tradisional ini masih dikembangkan tiap tahun di kabupaten merauke, kami juga telah membuat buku tentang aturan serta pola permainannya, harapannya bisa di terapkan olahraga tradisional ini di sekolah-sekolah menengah, karena target kami 5 sampai 10 tahun olahraga tradisional ini bisa menjadi olahraga tradisional yang berprestasi yang di perebutkan secara nasional maupun internasional. [RADE-NAL]
