Kekosongan BBM Akan Dilaporkan ke Kementerian BUMN

0
Kepala Cabang Dinas ESDM Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Ronny Manuputti

Kepala Cabang Dinas ESDM Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Ronny Manuputti

Merauke, PSP – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terus diraskakan masyarakat Kabupaten Merauke dan sekitarnya. Persoalan kelangkaan ini kemudian menyita perhatian Kepala Cabang Dinas Energi Suberdaya Mineral (ESDM) Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Rony Manuputti.

Menurutnya,  fakta di lapangan yang menunjukan bahwa BBM jenis Premium sudah tidak ada sama sekali alias langka. Sementara dari data yang ada menunjukan bahwa BBM jenis Premium masih tersedia.

“Ini kita bicara fakta data, bukan besar kecilnya, karena kuota satu Papua ada di saya. Per Oktober, minyak tanah baru terealisasi 80 persen, ada sisa 2393 Kiloliter. Solar sudah terealisasi 74 persen, berarti masih ada sisa 26 persen 1160 kilo liter. Terakhir premium baru 66 persen, kurang 44 persen, masih 6460 kilo liter. Itu data terakhir dari BPH Migas. Nah sisanya kemana, solar dan premium masih ada, kok sudah dicabut. Itu menyalahi aturan, melanggar PP 191,” terangnya kepada Papua Selatan Pos, melalui sambungan telepon, Selasa (30/11) malam.

Bayangkan, jika BBM masuk ke satu SPBU dalam tempo satu hari dengan volume 16 kilo liter, maka  dalam satu bulan atau bahkan satu tahun tentu jumlah volume minyak sudah berkisar juta.

“Data dari PBH Migas yang mau kami pertanyakan, kenapa belum tersalurkan, premium, minyak tanah, dan solar. Fakta ini kenapa tidak dijawab dengan baik. Kenapa premium dihilangkan,” tegasnya.

Untuk mengungkap permasalahan ini, Rony mengaku akan melaporkan kondisi kelangkaan BBM Premium kepada Kementerian BUMN.

“Kita akan melakukan upaya untuk saya menyurati ke Jakarta pada menteri BUMN terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh Patraniaga, dalam hal menghilangkan BBM jenis premium di Papua,” ujarnya.

Kondisi ini berbeda dengan kondisi BBM di Kabupaten Boven Digoel. Bahwa jelang natal dan tahun baru, BBM di kabupaten tersebut dipastikan aman terkendali. Walaupun kekosongan BBM di akhir tahun sering terjadi dan sudah menjadi fenomena di akhir tahun.

 Pemilik APMS Boru Jaya Bergiat Pinem mengaku kekosongan BBM jenis Pertalite dan Pertamax beberapa Minggu lalu terjadi karena pasokan BBM ke Pertamina Induk Merauke mengalami keterlambatan sehingga berimbas pada kelangkaan BBM di Boven Digoel.

Kendatipun demikian, Bergiat  memastikan bahwa pelaksanaan perayaan natal dan jelang tahun baru, BBM di Boven Digoel dipastikan aman, walaupun ada peralihan Premium ke Pertalite dan Pertamax, kuota BBM di masing-masing APMS tidak berubah.

“Kalau kuota BBM kita hanya untuk kendaraan semata, saya yakin kuota BBM kita mencukupi, tapi kalau masih saja ada masyarakat yang melakukan penimbunan ini sering terjadi di akhir tahun, dengan berbagai alasan, hal inilah yang menyebabkan kelangkaan BBM terjadi dimasyarakat.”pungkasnya saat ditemui di APMS Boru jaya kemarin.

Karena itu dia berharap kiranya kesadaran diri masing-masing orang untuk tidak melakukan hal yang tidak benar dengan mengbil keuntungan semata lewat penimbunam BBM di akhir tahun.

“Saya minta kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait untuk bekerja sama dengan pihak keamanan agar mengatur masyarakat yang hendak mengisi BBM dan melakukan pengawasan agar tidak terjadi penimbunan BBM,” harapnya. [WEND/VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *