DP3AP2KB Harap Masyarakat Jaga Kehidupan Anggota Keluarga
Kepala DP3AP2KB Olivia Mandala
Merauke , PSP – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Merauke Olivia Mandala menyampaikan, maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Pernikahan Usia Dini, perceraian dan beberapa kasus lainnya yang cenderung terjadi pada wilayah kabupaten merauke, ini terjadi karena kurangnya kesiapan diri dalam membangun rumah tangga, memiliki ekonomi yang lemah dan mempunyai tingkat pendidikan yang terbatas.
“Dengan melihat problem ini tentu kami selalu memberikan edukasi pada masyarakat baik secara individu maupun kelompok, kami juga mempunyai kelompok kerja yang tersebar di 24 kampung yang bertugas melaksanakan 8 fungsi kerja yakni, pembekalan diri dalam aspek agama, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya,” ucap Olivia saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (11/11/21).
Sambungnya, semua aspek yang kami edukasikan ini jika dipahami dengan baik oleh masyarakat, maka jumlah kasus terjadi akan berkurang, karena masyarakat benar-benar memahami betul. Namun jika semua aspek yang di edukasikan oleh DP3AP2KB tidak di perlakukan dengan baik dalam kehidupan keluarga, maka secara otomatis akan mengacu pada peningkatan kasus.
“Kita harus mampu untuk mempersiapkan diri, melindungi keluarga, menjaga kesehatan keluarga serta menjaga tingkat pengawasan yang baik dalam kehidupan keluarga, supaya kita mampu membentengi diri dalam menghadapi hal-hal yang kita tidak inginkan, karena jika kita tidak mempersiapkan diri, melindungi keluarga serta lainnya kita akan mengalami hal-hal yang kita tidak inginkan dalam kehidupan keluarga kita” ujarnya.
Dia juga menambahkan, memang saat ini kita ketahui bersama bahwa jumlah peningkatan kasus KDRT, pernikahan usia dini, perceraian dan lainnya, sering terjadi di kabupaten merauke, sehingga harapan DP3AP2KB pada orang tua, agar mampu membentengi anggota keluarga dalam kehidupan.
“Supaya anggota keluarga kita betul-betul siap, dan juga bagi anggota keluarga kita yang usia sekolah tolong di sekolahkan. Kita juga harus mampu untuk mengawasi anak kita, harus mampu untuk menjadi sahabat dengan anak kita, kita harus mampu memahami perkembangan siklus anak kita dan mampu bersikap serta memberikan pemahaman yang baik pada anggota keluarga kita,” pungkasnya. [Rade-NAL]
