Harga Pakan Tinggi, Banyak Peternak Ayam Lokal Pilih Istirahat

0
Thomas-Kimko

Merauke, PSP – Akhir-akhir ini stok daging ayam lokal Merauke di pasaran susah dicari bahkan terbilang kosong. Kepala Himpunan Peternak Ayam Ras (Hipar) Merauke, Thomas Kimko saat dihubungi mengatakan bahwa penyebab langkanya daging ayam lokal Merauke di pasaran disebabkan oleh harga pakan ternak yang terbilang mahal.

“ Banyak peternak istirahat dulu sementara waktu karena pertama, pakan yang cukup mahal, pakan yang sudah melambung tinggi kurang lebih sudah hampir menembus 500 ribu per sak. Persoalan ini sudah kurang lebih 5 bulan terkahir ini,” kata Thomas saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (14/10).

Selain itu, faktor yang membuat ketersediaan  Ayam lokal Merauke yang langka diakibatkan oleh harga daging Ayam Lokal Merauke yang rendah sedangkan biaya produksi meningkat.

“ Kemudian yang kedua, harga di pasaran ini masih seperti dulu tidak ada perubahan sehingga banyak peternak yang memilih untuk istirahat dulu sambil menunggu ada kebijakan untuk mungkin pakan bisa turun kemudian harga juga bisa berimbang,” jelasnya.

Akibat faktor tersebut banyak peternak yang lebih memilih untuk tidak produksi Ayam Lokal Merauke.

“ Tapi karena harga (pakan) saat ini melambung tinggi tapi di satu sisi harga ayam tidak kunjung naik jurus malah cenderung turun kalah bersaing dengan harga yaam beku ini menjadi salah satu faktor juga sehingga banyak peternak-peternak lokal yang memilih istirahat dulu bahkan mungkin ada yang memilih berhenti. Untuk saat ini tidak mengadakan peremajaan atau mendatangkan bibit, jadi kandang-kandang sementara dikosongkan dulu,” terang Thomas.

Untuk itu Thomas berharap persoalan tersebut bisa segera teratasi, karena dirinya melihat bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Merauke, tetapi persoalan harga pakan yang tinggi dirasakan juga oleh peternak lain di Indonesia.

“ Saya berharap situasi seperti ini bisa kembali normal seperti sedia kala, kalau secara nasional kondisi bisa pulih saya yakin dan percaya di Merauke juga mudah-mudahan peternak-peternak lokal bisa kembali eksis,” pungkasnya. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *