PT Harvest Penyangga Telur di Merauke

0
Ketua HIPAR Merauke, Thomas Kimko.

Ketua HIPAR Merauke, Thomas Kimko.

Merauke, PSP – Ketua Himpunan Peternak Telur Ras (HIPAR) Merauke, Thomas Kimko menanggapi terkait persoalan PT Harvest dengan masyarakat di sekitar lokasi produksi perusahaan.

Thomas mengatakan persoalan tersebut sudah terjadi sejak lama bahkan dirinya beberapa menginisiasi untuk melakukan mediasi antara PT Harvest dengan masyarakat di sekitar lokasi peternakan.

“Persoalan ini memang sudah cukup lama dan itu sudah beberapa kali kita mediasi antara masyarakat dengan PT Harvest dan saya juga termasuk yang membicarakan dari sisi positif,” kata Thomas saat ditemui media ini belum lama ini.

Ia menerangkan PT Harvest merupakan salah satu perusahaan yang menyuplay telur di Merauke untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Merauke. “Dulu masyarakat menginginkan untuk PT Harvest tutup, tetapi dari sisi kebutuhan telur perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini PT Harvest itu masih merupakan menyanggah telur terbesar bersamaan dengan peternakan Kamasan, itu populasi sekitar 20 ribuan ekor ayam petelur,” terangnya.

Sehingga jika PT Harvest tidak beroperasi dikhawatirkan ketersedian telur di Merauke mengalami kekurangan. Untuk itu besar harapannya untuk PT Harvest tetap beroperasi di Merauke dalam memenuhi kebetuhan telur di kabupaten Merauke.

” Saya masih berharap Harvest tetap ada di Merauke tidak serta merta tutup, tetapi mungkin mencari alternatif pindah lokasi dengan cacatan lokasi sebelum dibangun alangkah baiknya sudah ada dokumen Amdal, sehingga semua dari satu sisi manajemen Harvest tidak rugi tetapi dari sisi ketersedian dan kebutuhan telur masyarakat Merauke juga bisa terpenuhi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah dan warga menolak perpanjangan ijin PT Harvest. Pasalnya polusi yang dihasilkan dari peternakan ayam petelur PT Harvest sangat mengganggu warga sekitar kandang ayam  karena bau yang sangat busuk. [JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *