25 Oktober 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

30 Nakes dan Dokter RSUD Telah Lakukan Vaksin Boster

Direktur RSUD Merauke, dr. Yenny Mahuze

Merauke, PSP – Setidaknya total 30 dokter dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Merauke telah melakukan vaksinasi dosis ke-3 jenis moderna. 

“Sudah 20 dokter, perawat sekitar 10 an orang perawat sama dokter. Setiap senin sama kamis, jadi digilir, nanti ada yang masuk dan ada yang istirahat,” terang Direktur RSUD Merauke, dr. Yenny Mahuze di Kantor DPRD, Kamis (9/9/2021).

Yenny menambahkan bahwa usai dilakukan vaksin, seluruh dokter dan tenaga kesehatan tidak merasakan efek yang berlebihan.  “Tapi yang sudah vaksin ini aman-aman, sebenarnya cuma demam-demam ringan saja satu hari, hari berikut sudah aktivitas lagi. Cuma disitu kan satu minggu tidak melakukan aktivitas berat setelah vaksin,” tambahnya.

Sementara itu, Yenni menyebutkan bahwa pada vaksinasi dosis ketiga ini tidak bersifat wajib. Seluruh dokter dan tenaga kesehatan dipersilahkaan untuk memilih jenis vaksin.

“Jadi mau Sinovac bisa, moderna bisa. Jadi tergantung pilihan. Makanya dibuat pakta integritas mau pilih yang mana. Karena tiga-tiganya itu masuk diaplikasi peduli lindungi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Merauke, dr. Neville Muskita mengatakan bahwa beberapa Fasilitas Kesehatan (Faskes) sudah mulai melakukan vaksinasi dosis ketiga bagi nakes-nya namun jumlahnya masih rendah.

Sesuai data yang Papua Selatan Pos himpun hingga Rabu 8 September 2021 setidaknya sebanyak 186 Nakes telah menerima vaksinasi dosis ketiga jenis Moderna.

dr. Neville mengatakan bahwa masih rendahnya jumlah nakes yang menerima vaksin Booster tersebut disebabkan adanya informasi yang mengatakan bahwa vaksin Moderna tersebut memiliki efek samping yang lebih berat dibandingkan vaksin Sinovac.

“Kita tidak bisa pungkiri banyak informasi yang diperoleh terkait efek samping yang mungkin lebih berat dibandingkan dengan Sinovac, jadi beberapa Faskes itu setelah disuntik tenaga kesehatannya ada yang mengeluh,” ujar dr. Neville belum lama ini.

Akibat hal tersebut yang membuat Faskes masih belum melakukan vaksinasi dosis ketiga bagi nakes-nya dengan pertimbangan pelayanan kesehatan di Faskes dikhawatirkan ternganggu.

“Terkait efek samping saja, kalau kita tidak nyaman dengan ini kan akan menganggu aktivitas pelayanan kita. Jadi mungkin kenapa sampai banyak yang belum mungkin karena perhitungan itu juga,” tuturnya.

Sehingga agar tidak menghambat pelayanan kesehatan di Faskes maupun Rumah Sakit maka perlu jeda disetiap Faskes dalam melakukan vaskinasi dosis ketiga bagi Nakes agar efek samping yang ditimbulkan setelah vaksin tidak mengganggu pelayanan kesehatan di Faskes.

[JON/Wend-NAL]

error: Content is protected !!