25 Oktober 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Sagu Dwitrap Merauke Tarik Perhatian Mentan

Merauke, PSP – Sagu Dwitrap hasil olahan masyarakat asli Papua di Kabupaten Merauke asal Kampung Tambat Distrik Tanah Miring, sempat menarik perhatian Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjugan di Kabupaten Merauke pekan lalu.

Ketua Kelompok Tani Dwitrap, Yacobus Yatmop menjelaskan bahwa dalam pengolaahan Sagu Dwitrap diperoleh dari alam pada beberapa kampung disepanjang  pinggiran kali Maro.  

“Untuk sagu yang diproduksi oleh dwitrap ini ada 5 kampung, yaitu Kampung Kamangi, Tambat, Sarmayam 1, Sarmayam 2, dan Erom Senayu, itu kampung yang pesisir kali,” terangnya melalui sambungan telepon, Senin (6/9).

Dari masyarakat di 5 Kampung tersebut, setidaknya Yacobus bisa memperoleh 14 atau 15 Pohon setiap minggunya. Belasan pohon tersebut kemudian diangkut dan diolah di Kampung Tambat.

“Setiap pohonnya bisa dapat 220 kilo sagu kering. Kalau dulu sebelum corona, satu bulan saya bisa dapat 37 juta. Kalau corona ini dia paling tinggi 5 juta,” sebutnya.

Menurut Yacobus, Sagu Dwitrap saat ini telah dipasarkan ke seluruh masyarakat merauke. Kedepan, ia berharap Sagu Dwitrap bisa dipasarkan kedaerah-daerah lain diluar Merauke.

“Sementara masih di Kabupaten Merauke saja, belum keluar. Biasa kita stok untuk dipasar untuk sagu basah, kalau tepung sagu kering, kita langsung ketoko-toko,” terangnya.

Selain itu, Yacobus menuturkan bahwa pihaknya telah mendapatkan izin produksi makanan dari dinas terkait. “Kamis udah urus dari 2019, kemarin kami ke Jayapura terus ujin keluar, dan stikernya sudah dibuat duluan, jadi terlambat ditempel,” pungkasnya.

[WEND-NAL]

error: Content is protected !!