Harapan Stafsus Presiden Buat Anak Muda Papua

0
Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar

Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar

Merauke, PSP – Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Billy Mambrasar memiliki harapan besar kepada putra putri asli Papua agar bisa terus berkembang dan berinovasi sehingga bisa membawa perubahan serta kemajuan bagi Tanah Papua.

Dengan sederet prestasinya, baik dibidang pendidikan, organisasi, dan social-entrepreuneur, Billy berkomitmen untuk membatu dan memotivasi anak-anak Papua. Salah satunya adalah agar anak-anak Papua tidak hanya terpaku pada satu mainset bahwa devinisi berhasil bukan hanya menjadi ASN atau karyawan dengan gaji yang besar.

Lebih dari itu, Billy menekankan agar pemuda Papua siap menghadapi pelbagai tantangan dengan berani menempuh jalan-jalan baru yang anti mainstrim. Sehingga, muaranya adalah anak-anak Papua akan menjadi pelaku dipelbagai bidang, dan bukan sekedar menjadi penonton.

“Pertama, saya ingin mereka terlibat pada sektor ekonomi, agar kemajuan daerah bisa dipercepat. Kalau tidak bagaimana mau ada perputaran uang, ekonomi dan pembangunan. Kalau semua terjun ke sektor Publik seperti PNS, atau perusahaan juga terbatas,” katanya kepada Papua Selatan Pos di Kantor Seta Merauke, Rabu (1/9/2021).

Billy meyakini bahwa anak-anak Papua memiliki kreatifitas dan kemampuan yang tidak kalah dari pemuda lainnya. Dengan modal itu, Ia mengaku siap mendorong agar anak Papua memiliki keyakinan dan percaya diri.

“Oleh sebab itu, saya terus menekan di pemerintah pusat untuk memperhatikan pendampingan dan pembekalan buat anak-anak Papua. Karena kalau kita lihat di Jawa, di Jakarta pelatihan permodalan itu aksesnya jauh lebih luas dan mudah. Sementara disini terbatas,” tambahnya.

Melalui Yayasannya dan beberapa program binaannya, Billy telah membuktikan bahwa anak-anak Papua mamiliki kemampuan jika terus didorong dan diberi kesempatan.

“Papua muda inspiratif, misalnya, adalah gerakan untuk membantu ratusan bahkan UMKM. Kita bermitra dengan dinas UMKM. Kemudian ada juga program petani milenial yang bermitra dengan Kementerian Pertanian, itu anggotanya juga ribuan. Saya sendiri punya yayasan Kitong bisa, bekerja dengan temen-temen untuk melakukan pendampingan, kepada lebih dari 575 pelaku UMKM anak-anak Papua sejak 2017,” bebernya.

Selain melalui pembelajaran non formal, Billy mengaku juga akan mengupayakan agar Anak-anak Papua memperoleh pendidikan sebagai bekal wawasan agar selanjutanya mampu berkembang berdasarkan potensinya.  “Instruksi presiden untuk pendidikan sudah jelas 572 Triliun untuk pendidikan menjadi anggaran yang terbesar. Melalui program pendidikan itu didorang adanya beasiswa-beasiswa yang mengutamakan putra putri Papua. Kita bisa melihat LPDP, dan yang lain ada pengutamaan untuk Papua. Belum beasiswa diluar pemerintahan,” pungkasnya.

[WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *