DPRD Aminkan Gagasan Sekolah Inklusif

0
Rapat Dengar Pendapat Tentang Konsep Sekolah Inklusif

Rapat Dengar Pendapat Tentang Konsep Sekolah Inklusif. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kebupaten Merauke memberikan restu atas gagasan sekolah inklusif yang telah digaungkan oleh Kepala Sekolah Menenggah Atas Negeri (SMAN) 1 Merauke, Sergius Wamsiwor beberapa tahun terakhir.

Dukungan ini diberikan setelah sebelumnya Komisi A melakukan diskusi dan dengar pendapat bersama para tokoh pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan, beberapa Kepala Sekolah, dan tokoh agama di ruang sidang DPRD Merauke, Senin (23/8)

Meski sebelumnya diskusi sempat belangsung alot dan memanas dengan akibaat adanya beberapa pendangan yang kontra dengan gagasan sekolah inklusif, namuan pada akhirnya Komisi A, DPRD memberikan kesimpulan siap mendukung program sekolah inklusif.

“Pada prinsipnya dewan mendukung gagasan menyelenggarakan pendidikaan secara inklusif, karena hal tersebut sesuai dengan amanah peraturan menteri pendidikan nasional nomor 70 tahun 2009 tentang pendidikan inklusif yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan,” kata Ketua Komisi A, Bernadus Ndiken kemarin.

Namun demikian, Komisi A memberikan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian bagi pelaksanaan pendidikan inklusif yang diterapkan di SMA Negeri Satu. 

“Pertama, pendidikan inklusif yang akan dilaksanakan hendaknya tidak digabung atau dicampur dengan SMA Negeri Merauke, baik waktu tempat maupun menejemen. Kedua, pendidikan inklusif yang akan dilaksanakan agar bekoordinasi dengan pihak terkait untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, yaitu Sekolah Satu Atap Wasur, Asrama Putra Marind”.

“Ketiga, berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan ditingkat SLTA agar dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua. Menginggat kewenanggan pendidikan di tingkaat SLTA sudah menjadi tangungjawab provinsi. Keempat, Pelaksanaan pendidikan hendaknya menggunakan penerapan karakteristik siswa agar materi yang diajarkan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik,” kata Bernadus Ndiken.

 Sementara itu, Kepala SMAN 1 Merauke, Sergius Wamsiwor seusai rapat berharap bahwa restu ini harus dilanjutkan kepada Bupati selaku pimpinan daerah. “Dari pertemuan ini, saya berharap harus disampaikan kepada bupati selaku kepala daerah. Karena yang kita urus ini adalah manusia yang menjadi masyarakat atau warga merauke,” harapnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *