Insiden Injak Kepala Selesai
Wakil Bupati Merauke, Riduwan Saat Berikan Sambutan Penyelesaian Kasus Injak Kepala Oleh TNI AU.
Merauke, PSP – Insiden injak kepala oleh oknum TNI AU yang viral beberapa pekan lalu telah diselesaikan secara damai. Penyelesaian persoalan ini ditandai dengan digelarnya ritual adat marind yang dipimpin langsung oleh para tokoh dan ketua adat marind, di Markas Lanud Johanes Abraham Dimara, Sabtu (14/8/2021).
Dalam kesempat itu, Wakil Bupati Merauke, Riduwan mengungkapkan kebanggannya atas terselesaikannya persoalan ini secara bijaksana dan dengan hati yang lapang oleh kedua belah bihak, baik tokoh adat Marind, maupun pihak TNI AU.
“Berkat kebaikan, ketulusan kita, maka kita boleh hadir ditempat ini sebagai salah satu solusi adat untuk menerima permohonan maaf dari lembaga AURI. Seluruh yang hadir menjadi saksi, bahwa kebersamaan kita lah yang tertinggi. Bahwa di Merauke zona kekeluargaannya sanggat tinggi,” ungkapnya.
Menurut Riduwan, cita-cita luhur tantang Istana damai, istana cinta kasih yang dicanangkan oleh bapak para tokoh dan pendahulu Merauke menjadi fundamen bagi masyarakat merauke untuk senantiasa menyelesaikan permasalahan denngan hati yang tenang dan tulus.
Senada dengan Riduwan, Mantan Bupati Merauke, Johanes Gluba Gebze juga mengemukakan hal yang sama. Jhon Gluba menegasakan bahwa orang Marind tidak menyelesaikan masalah dengan pertumbahan darah, akan tetapi dengan musyawarah
“Cara berdamai orang Marind itu bukan hanya oknum, tetapi seluruh marga dengan simbol-simbole nya. Jadi ada pisang, kelapa, tebu, ada sagu. Jadi damai yang betul itu membuat acara diatas tanah. Supaya tanah ini, dia menyaksikan dalam keadaan diam, tentang apa yang kita persembahkan,” ungkapnya. [WEND-NAL]
