Terpanggil, Urus Jenazah Covid-19

0
WhatsApp Image 2021-08-12 at 19.54.15

Merauke, PSP – Sekelompok Relawan yang tergabung dalam tim penangganan jenazah muslim yang meninggal akibat terpapar Covid-19, setidaknya telah bergerak sejak 3 pekan yang lalu. 

Pendamping tim relawan, ustad Muhammad Armin saat ditemui Papua Selatan Pos terpanggil untuk  turun langsung mengurusi jenazah Covid-19.

Armin mengaku prihatin menyaksikan bahwa selama ini jenazah covid-19 yang beragama Islam tidak pernah dimandikan, dikafani dan disolatkan, sementara agama mewajibkan bagi umat Islam yang hidup untuk menunaikannya.

Akhirnya, berbekal koordinasi dengan pihak terkait, baik Dinas Kesehatan, RSUD dan para tokoh agama, terbentuk tim kecil yang siap untuk menunaikan hak jenazah.

“Fungsi kami adalah menunaikan fardu kifayah bagi seluruh umat Islam. Penggeraknya adalah dari orang-orang yang saya kenal, dananya datang dari seluruh umat Islam melalui masjid-masjid ke rekening Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Merauke,” terangnya, di Kampus STIT Yamra (12/8/2021).

Ustad Armin menjelaskan bahwa tim terdiri dari laki-laki dan perempuan yang masing-masing bertugas menanggani jenazah sesuai dengan jenis kelaminnya.

“Siapapun jenasahnya, kalau laki-laki, kami bersama tim pemulasaran yang mengurusi. Kalau jenazahnya adalah wanita, juga demikian, yang mengerjakannya adalah wanita juga,” tambahnya.

Armin menambahkan bahwa banyak diantara masyarakat yang turut penduli dengan memberikan bantuan kepada tim relawan dalam berbagai bentuk. Baik minuman, makanan, atau yang lainnya.

“Dana terbanyak melalui para PKM. Ketika mereka mendengarkan perjuangan kita, mereka langsung bersatu membantu kepada kami melalui rekening DMI. Yang kedua datang dari para dermawan yang peduli. Ada juga dana yang tidak menentu, contoh ada yang bayarkan makan, membelikan minuman, ada yang bawakan APD,” jelasnya. 

Selain itu, Armin menegaskan bahwa tidak ada dari pihak manapun yang memberikan gaji atau insentif kepada para relawan. Menurutnya, semua dana yang terkumpul murni digunakan untuk proses pengurusan jenazah.

“Mereka tidak digaji, tapi demi kemanusiaan dan ada dana dari umat, maka uang itu dipakai dengan transparansi dan pelaporan. Semua itu tidak layak kalau mau dijadikan gaji. Uang yang ada semata-mata digunakan untuk kebutuhan makan dan obat selama melaksanakan tugas,” pungkasnya. [WEND]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *