NU Minta Tenaga Medis Perhatikan Hak Jenazah Muslim
Wakil Ketua PCNU Merauke, Syamsul Qomar, S.PdI
Merauke, PSP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Merauke meminta kepada tenaga medis yang menanggani jenazah umat Islam yang meninggal akibat terpapar covid-19, agar minimal bisa merawat jenazah sesuai dengan ketentuan Islam.
“Paling tidak di rumah sakit dari berbagai macam agama, ada petugas kesehatan yang secara spesifik punya kapasitas untuk itu, baik dari Katolik dan sebagainya. Dari Islam sendiri, harus dikondisikan tenaga yang bisa menyolati, kepada saudara-saudara muslim yang meninggal,” kata Wakil Ketua PCNU Merauke, Syamsul Qomar di Kantor Setda Merauke, Senin (12/7/2021).
Qomar mengatakan bahwa perawatan jenazah yang dimaksud tentunya bisa diupayakan dengan tetap harus menerapkan protokol kesehatan, diantaranya dengan menggunakan APD secara lengkap.
“Untuk menjaga agar tidak terjangkit covid memang perlu, tetapi bagaimana kira-kira untuk memanusiakan manusia. Walaupun dia sudah meninggal, keluarga bisa memberikan penghormatan. Saya piker bisalah secara toleran yang bisa untuk kita lakukan dengan menjaga protokol agar tidak terdampak itu,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga akan berupaya memastikan beberapa petugas medis di kamar janazah yang beragama Islam bisa menerawat jenazah sesuai syariat agama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Nanti kita dari NU coba juga cari informasi untuk tenaga-tenaga medis yang memang dipercaya untuk mengurus bagian itu, siapa-siapa saja. Sehingga nanti kita bimbing mereka untuk kalau ada jenazah covid, nanti begini. Kalau memang bisa di sholatkan, tolong disolatkan,” pungkasnya. [WEND-NAL]
