Nevile: Kasus Covid-19 Yang Meninggal Karena Telat Dirujuk

0
Kadiskes Merauke, Nevile R Muskita

Kadiskes Merauke, Nevile R Muskita

Merauke, PSP – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr Nevile R Muskita menjelaskan bahwa sebegian besar kasus covid-19 yang meninggal dunia belakangan ini, diakibatkan  telatnya mendapat rujukan ke rumah sakit.

Ia mencontohkan, salah satu jenazah covid asal Kuprik, pihak keluarganya baru mengantarkan ke rumah sakit dengan kondisi yang buruk setelah 4 hari mengalami sesak napas di rumah.

Tapi kalau dia tidak ada komorbit, kan bisa dilihat, kapan dia masuk, dengan gejala seperti apa, kemudian meninggalnya kapan. Misalnya yang Kuprik, dia kan jam 2 datang ke Puskesmas, kondisi sudah jelek. Dia sudah sesak dan lemah 4 hari. Akhirnya mau dirujuk untuk TCM, keburu meninggal. Namanya saturasi, kalau sehat, dia diatas 90 persen. Dia datang kemarin 48,” jelasnya di kantor Setda Merauke, Sabtu (10/7/2021).

Sementara itu, Nevile juga menyayangkan adanya sebagian masyarakat yang tidak mempercayai adanya covid-19. Bahkan, sudah merasa bahwa dirinya mengalami gejala seperti penderita covid-19, sebagian masyarakat masih menutup diri untuk mau melakukan pemeriksaan. “Dalam situasi sekarang, ketika ada gejala sebaiknya tahu, dari pada terlambat. Itu yang harus dirubah, bukan kita mengcovidkan. Kita hanya inggin memastikan apakah betul memang covid atau bukan, dari pada memang covid. Belum lagi kan bukan untuk dirinya sendiri, kan untuk keluarga juga,” ucapnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *