FKUB Sudah Tulis Pernyataan Sikap Terkait Kasus Teroris
Pastor Jhon Kandam,Pr
Merauke, PSP – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Merauke sudah menuliskan pernyataan sikapnya terkait kasus penangkapam terduga teroris oleh pihak Densus 88 dan kepolisian di Merauke.
Meski belum ada keterangan resmi dan jelas secara rinci dari pihak kepolisian, baik mengenai berapa jumlah terduga, barang bukti, dan titik – titik jelas penangkapan bahkan badan para terduga.
“Statemen dari FKUB sudah ada, sudah di notulen hanya tinggal menunggu tanda tangan,” kata Ketua FKUB Kabupaten Merauke Pastor Jhon Kandam,Pr kepada wartawan di Kampus St. Yakobus kemarin.
Sebut Pastor, ada 3 pernyataan sikap yang akan diteken bersama oleh FKUB. “Menolak bentuk kejahatan teroris kami tolak. Kemudian melalui khotbah di gereja, dan dakwah di masjid agar memberikan kesejukan dalam menyampaikan pesan moral keagamaan kepada umat masing – masing. Dan FKUB dibawah pembinaan pemerintah Kabupaten Merauke melalui Kesbangpol maupun kementrian agama. Kita tidak bisa bertindak sendiri tapi bersama tuntunan pemerintah menyuarakan apa yang menjadi arah yakni keharmonisan, kedamaianan dan kerukunan apalagi Merauke menjadi istana damai,” terang Pastor.
Kata Pastor, semua pihak harus bersama memperjuangkan Merauke sebagai tanah damai. “Ini kerjasama semua, kita harus tetap bersatu memperjuangkan hal ini. Kami FKUB sudah bersama mendukung pemerintah menciptakan kondisi kedamaian di Merauke,” ujarnya.
Pastor katakan, dikesempatan pertemuan lain waktu FKUB akan bertemu dengan Kapolres untuk mempertanyakan sepuutaran penangkapan para terduga. “Kami juga sudah sempat untuk meminta bertemu Kapolres namun hari berikut setelah pertemuan kami, ada pertemuan Forkompimda dan saya diundang disitu dan saya belum bisa hadir sebab ada Krisma di Kampung Baru. Tetapi Kapolres janji nanti dimana ada pertemuan Forkompimda akan menumgundang FKUB untuk hadir,” kata Pastor Jhon.
Memang,tambahnya, anggota FKUB berharap ada penjelasan dari pihak kepolisian (tentang penangkapan) tapi belum ada waktu. “Nanti dalam pertemuan -pertemuan berikut, pertanyaan – pertanyaan itu (seputar penangkapan) pasti kami tanyakan ke Kapolres,” ujarnya. [ERS-NAL]
