Rp. 3 Trilliun Lebih Sudah Digelontorkan Untuk Pelaksanaan PON
Pansus PB PON DPR Provinsi Papua berbincang-bincang usai pertemuan di Swiss-Bell Hotel kemarin. Foto: PSP/ERS
Pansus PB PON : Perlu kerjasama besar
Merauke, PSP – Ketua Panitia Khusus (Pansus) PB PON XX DPR Provinsi Papua Jack Komboy, mengatakan lebih dari 3 Trilliun uang sudah digelontorkan untuk pembangunan guna pelaksanaan PON di Papua nanti pada bulan Oktober 2021.
Maka demikian, diperlukan kerjasama semua pihak dalam menuju pelaksanaan PON itu sendiri. Dimana, mengenai pelaksanaan PON menyangkut dengan 4 hal baik pelaksanaan, prestasi, ekonomi dan administrasi.
“Proses ini sudah menggunakan APBD Provinsi sangat besar, kalau dihitung semua mencapai 4 Trilliun , untuk membangun semua venue di Papua sampai sekarang sudah ketemu angka 3 Trilliun lebih, ada juga APBD yang dikeluarkan kabupaten kota. Makanya ini perlu kerjasama besar, tugas dan fungsi itu harus jelas,” kata Jack Komboy di Swiss-Bell Hotel kemarin.
Guna menterjemahkan itu, kata dia, diperlukan kerjasama. “Terkesan ini komunikasi belum berjalan dengan baik, makanya kami datang guna menanyakan semua kendala,” kata dia.

Ditempat yang sama, Anggota Pansus PB PON DPR Papua Fauzan Nihayah mengatakan dari hasil rapat dengan Sub PB PON bukan saja di Merauke, sedianya masih banyak persoalan menghadapi PON.
“Dasarnya memang masih banyak persoalan menghadapi PON, bahwa tadi dari Sub PB PON juga sudah sampaikan masalah – masalah dan kendala kami dari pansus PON tentu merespon baik bagaimana sekiranya juga harus kita cari solusi bersama ,
Persoalan yang paling krusial soal anggaran. Disini sebetulnya tidak ada masalah soal venue – venue tapi bagaimana tehnis dilapangan itu memang butuh anggaran harus ada kepastian,” tutur Fauzan.
Menurut Fauzan, untuk menunda pelaksanaan PON sedianya tidak akan mungkin terjadi.
“Kalau ditunda itu tidak mungkin, karen presiden sendiri sudah ada intruksi bahwa PON tetap dilaksanakan tahun ini,” kata Fauzan.
Fauzan menyebutkan, bahwa penggunaan anggaran dari Kabupaten Merauke sampai saat ini belum menyampaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Sampai sekarang belum ada RAB yang pasti berapa, harapannya itu disampaikan, tapi mereka juga belum ada kepastian juga,” kata Fauzun. [ERS-NAL]
