Direncanakan Putra/Putri Marind Study ke Luar Negeri
CEO dan Direktur Papua Languange Institute (PLI), Samuel Tabuni. Foto: PSP/JON
Merauke, PSP – Pemerintah Daerah kabupaten Merauke saat ini sedang mempersiapakan Putra-Putri asli Marind untuk menuntut ilmu ke luar negeri.
“ Kami mau coba siapkan SDM khususnya anak-anak Malind untuk study ke luar negeri,” kata Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT kepada awak media saat melakukan pertemuan dengan Papua Language Institute (PLI) di kantor Bupati, Senin (19/4).
Romanus menjelaskan, sebelum diberangkatkan untuk study di luar negeri, putra-putri asli Marind yang terpilih tersebut akan terlebih dahulu dilakukan pelatihan oleh Papua Language Institute (PLI).
“ Secara teknis sebelum ke luar negeri kan ada program dari PLI yang akan dilakukan untuk bagaimana mengaprude anak Papua itu sendiri baik dari aspek knowledge, sains, maupun dari aspek attitude terutama dalam pembentukan karakter building,” jelasnya.
Untuk biayanya, lanjut Romanus, Pemda akan mengalokasikan dana dari APBD yang diperuntukan untuk biaya pelatihan putra-puti asli Marind tersebut.
“ Pembiayaannya khusus nanti dari APBD akan kita alokasikan biaya untuk bagaimana membiayai mereka dipersiapan, kalau pengiriman ke luar negeri itu pemerintah provinsi yang tanggung, bahkan kalauanak-anak yang akan kuliah, kalau mereka prestasinya bagus mereka justru bisa dapat beasiswa,” lanjutnya.
Sementara itu, CEO dan Direktur Papua Languange Institute (PLI) serta Maga Education Papua Foundation, Samuel Tabuni mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya untuk membahas tentang kerjasama PLI dengan Pemda Merauke.
“ Pertemuan kedua ini kita lebih kepada detail daripada program yang kita akan kerjasamakan dengan Pemda Merauke dalam rangka mendukung visi dan misi pak Bupati untuk memajukan SDM di tanah Marind,” ujarnya.
Dikatakan Samuel, secara teknis mulai dari proses rekrutmen hingga kouta penerimaan sudah mulai dibahas. “ Kita secara teknis tadi sudah membahas berapa orang, S1 nya berapa, S2 nya berapa, mekanisme rekrutment seperti apa,” katanya. Untuk itu, perlu ada sosialisasi dengan sekolah-sekolah untuk terwudnya program tersebut. “Karena itu perlu ada sosialisasi di sekolah-sekolah dan juga keluarga, orang tua di rumah untik bagaimana supaya anak-anak yang akan di rekrut itu benar-benar anak-anak yang secara karakter kemampuan individunya sudah bisa kita banggakan,” pungkasnya.[JON-NAL]
