DLH : Sifat kebakaran hutan di Merauke berupa titik spot-spot
Ir.Harmini
Merauke, PSP – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke Drs. Harmini,M.Si menyebutkan sifat kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Merauke hanya berupa spot – spot api yang tidak permanen.
Kendati demikian, hal tersebut bukan tak dianggap sebagai sebuah ancaman bagi lingkungan dan hutan di Kabupaten Merauke.
Kerja sama antar semua pihak TNI-Polri dan masyarakat dirasa sangat perlu mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan ketidaknyamanan lingkungan.
“Sifat kebakaran hutan di Merauke spot – spot. Misalnya kita dapat informasi bahwa di Sota terdapat titiik api , 3 jam kemudian kita kesana belum tentu ada api. Jadi sifatnya berupa bukan spot – spot permanen,” ujar Harmini di Kantor Bupati baru – baru ini.
Ia menuturkan, bahwa luas api yang sempat ada di Merauke hanya terjadi pada tahun 2015.
“Kita tidak menganggap itu bukan ancaman dan harus di antisipasi.
Antisipasi kita, kerja sama antar TNI Polri memang bagus sekali. Yang paling tinggi kebakaran hutan selama saya di kehutanan dan lingkungan hidup terjadi di tahun 2015. 2016,sampai 2019 sangat kurang. Apalagi di tahun 2020 sangat kurang karena terjadi kemarau basah,” tuturnya.
Harmini juga memprediksi dalam tahun ini Kabupaten Merauke akan mengalami La Nina.
“Tapi tahun ini mungkin saja terjadi La Nina. Karena kita lihat sekarang curah hujan cukup agak menurun. Semoga di PON nanti Merauke alami kemarau basah,” katanya.
Harmini menyebutkan, kesulitan DLH dalam mengantisipasi terjadinya titik api. “Memang kesulitan di Tahun 2020 kami tidak mengalokasikan dana oprasional. Istilahnya untuk beli BBM itu tidak ada dan untuk tahun ini mungkin sedikit ada supaya bisa oprasional,” tandasnya. [ERS-NAL]
