Umat Hindu Merauke Peringati Nyepi dengan Sederhana dan Terapkan Prokes
Merauke, PSP – Umat Hindu di kabupaten Merauke memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943 yang jatuh pada hari Minggu, (14/3).
Memperingati Hari Raya Nyepi tersebut, Umat Hindu di kabupaten Merauke melakukan rangkaian ritual perayaan Tahun baru Saka 1943, dimulai dari Melasti hingga Ngembak Geni.
“ Untuk rangkaian perayaannya tetap kita laksanakan, tetapi dilaksanakan dengan sederhana dan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Wakil ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kabuapten Merauke, Ni Nyoman Suryani saat ditemui di kediamannya, Senin (15/3).
Suryani menerangkan, rangkaian acara yang dilakukan dalam memperingati Hari Raya Nyepi ini diawali dengan Melasti, yakni Ritual Penyucian Diri sebelum melaksanakan Nyepi.
“ Untuk rangkaian perayaan hari raya Nyepi itu yang pertama yaitu diawali dengan acara Melasti, kita melaksanakan persembahyangan di pantai lampu satu dan mengambil Tirta Amerta untuk dibawa ke Pura,” terangnya.
Setelah itu, umat Hindu di Merauke kembali ke Pura untuk melaksanakan Tawur Agung, yakni pembersihan alam semeste sekaligus berdoa agar pandemi Covid-19 cepat berlalu.
“ Dari acara Melasti dilanjutkan dengan kembali ke Pura, kita melaksanakan Tawur Agung di Pura sebagai makna kita pembersihan alam semesta termasuk kita berharap dengan upacara Tawur Agung ini mudah-mudahan pandemi yang ada sekarang ini cepat berlalu,” lanjutnya.
Setelah melakukan rangkaian ritual tersebut, besoknya (Minggu) umat Hindu melaksanakan perayaan Nyepi. Selama Nyepi, umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian atau perenungan untuk mengevaluasi diri dengan suasana hening.
“ Besoknya (minggu) kita perayaan Tahun Baru Saka 1943 tanggal 14 kemarin, disitu kita melaksanakan Catur Brata Penyepian. Dan Senin pagi tadi kami bersembahyang melaksanakan Ngembak Geni, sebagai ucapan syukur,” tambahnya.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2021 sedikit berbeda mengingat hingga saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19, sehingga acara anjangsana yang rutin dilakukan, untuk tahun ini ditiadakan. “ Biasanya setelah melaksanakan Ngembak Geni kita laksanakan Anjangsana atau Silaturahmi, tetapi karena sekarang ini pandemi jadi kita sudah membuat himbauan untuk tahun ini open housenya ditiadakan jadi hanya keluarga-keluarga inti saja yang silaturami,” pungkasnya.[JON-NAL]
