Pasti Ada Dampak Positif dan Negatif dalam Belajar Online di Masa Pandemi
Merauke, PSP- Covid -19 memaksa pemerintah untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar di sekolah, untuk menghindari covid -19 terhadap anak –anak sekolah, Sehingga kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di rumah menggunakan daring online.
Kegiatan belajar mengajar di rumahpun menuai pro dan kontra terutama bagi anak dan orang tua. Bagi yang setuju belajar dengan on line, mereka beralasan lebih aman dari penularan Covid-19. Sementara yang tidak setuju beralasan belajar on line tidak efektif.
Salah satu orang tua murid, sahriya mengatakan karena tuntutan harus belajar di rumah pasti ada sisi positif dan negatif. Jika belajar di rumah sebenarnya menjadi lebih santai, artinya mereka tidak harus di batasi ruang geraknya, di bangku dan jamnya harus begini, kalau sekolah itu ada batasan-batasan secara khusus. Sedangkan dirumah mereka menjadi lebih bebas, lebih bisa mengatur sendiri, dan lebih bisa mengelola sendiri.
“ Dengan dampak covid-19 yang panjang ini menimbulkan stress, jenuh dan frustasi. Bahkan bisa jadi kalau orang tua tidak mampu mengawal dengan baik. Anak- anak bisa depresi karena ruang gerak terbatas, artinya aktifitas fisik, kontak interaksi sosial secara langsung tidak ada,” ujar Sahyaria saat ditemui papua selatan pos di kediamanya, kamis (18/2/2021).
Sahyaria mengungkapkan ada beberapa keluhan orang tua dalam proses belajar di rumah ini, yaitu beban anak yang terlalu banyak. Mereka harus merekam ini, merekam itu, harus melakukan ini, melakukan itu, dan pada saat belajar harus direkam. “ Harus dikumpul dari jam segini sampai jam segitu, kadang –kadang tuntutan seperti itu juga bisa membuat stress kalau anak itu tidak punya kesadaran belajar yang tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, peran orang tua untuk mensupport dan memberikan pemahaman, edukasinya yang benar. Intinya dilakukan learning home (belajar di rumah) itu disampaikan dengan baik secara positif. Kemudian support tetap memotivasi anak-anak. Misalnya anak punya kesulitan pasti orang tua mendampingi, karena itu yang ideal.
“ Harapan kedepannya semoga covid-19 ini cepat berakhir dan sekolah kembali menjadi normal, sehingga merekapun bisa belajar secara tatap muka agar generasi-generasi kita bisa menjadi penerus bangsa ini,” ujarnya. [CR27-NAL]
