Stok Darah Kosong, PMI Gelar Donor Darah
Giat Donor Darah PMI Merauke. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Palang Merah Indonesia Merauke, melalui Unit Tranfusi Darah (UTD) melakukan kegiatan donor darah dengan melibatkan berbagai unsur, Baik TNI/Polri maupun lembaga-lembaga lain, di UTD PMI Merauke, pada Senin (15/2). Kegiatan ini merupakan buntut dari kosongnya stok darah akhir-akhir ini.
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi PMI Merauke, Tawada Alexius Sitinjak, mengungkapkan bahwa persoalan lain yang menjadi penyebab kurang maksimalnya kinerja PMI untuk bergerak adalah akibat sangat terbatasnya anggaran yang dimiliki PMI Merauke.

“Ada undang-undang No 1 tahun 2018 dengan Perpres No 7 tahun 2018 di BAB 4 pasal 3445, pemerintah seharusnya sudah membantu PMI, dengan mengalokasikan dana sesuai dengan dibutuhkan oleh PMI daerah,” katanya, disela-sela kegiatan donor darah, kemarin.
Tawada menambahkan bahwa memang sebenaranya pemerintah daerah telah memberi bantuan suntikan dana kepada PMI. Namun, menurutnya jumlahnya terbatas dan tidak bisa dimaksimalkan untuk mengerakan kinerja PMI dengan alat yang serba terbatas.
“Kalau tidak salah, tahun kemarin hanya 500 juta, itu juga yang tertinggi. Kalau kita hitung-hitung hanya dengan 500 juta akan susah. Kami sebagai pengurus juga tidak ada honor dari sini, hanya kerelaan untuk menjadi pengurus,” tambahnya.

Oleh karenanya, ia mengaku, selama ini PMI Merauke terus berupaya menggalang dana dari berbagai sumber lain. “Sumber dana PMI ini dari lapak-lapak, galon air, dan praktek dokter, ini sebetulnya untuk memback up dana disini. Kalau hanya mengharapkan dana dari APBD, PMI bisa kolab,” tukasnya.
Selain itu, dengan adanya pergantian kepala daerah dalam waktu dekat, ia berharap nantinya akan mau memberikan perhatian lebih kepada PMI. Sehingga PMI akan bisa meberikan pelayanan secara lebih baik. “Mudah-mudahan dengan bupati yang baru ini, bupati semakin baik. Tidak ada lagi masyarakat Merauke meninggal gara-gara kekurangan darah,” pungkasnya. [WEND-NAL]
