RSBP Belum Siap Jadi RS Rujukan Covid-19
Direktur RSBP, dr. Betha Ria Susi
Merauke, PSP – Direktur Rumah Sakit Bunda Pengharapan, dr. Betha Ria Susi menegaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya belum siap untuk dijadikan sebagai rumah sakit rujukan penanganan covid-19. Pernyataan dr. Betha ini, sekaligus sebagai respon atas usulan DPRD Merauke yang meminta RSBP dijadikan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, menginggat terus terjadinya lonjakan pasien terkonfirmasi positif.
“ Rumah sakit tidak memenuhi syarat. Pertama, SDM nya kita tidak cukup untuk penanganan pasien Covid-19. Kemudian ruangannya terbatas. Tempat tidur kita saja sedikit. Sementara kalau covid itu kan harus jaga jarak segala macam. Artinya satu pasien harus satu-satu ruangan. Kalau tempat tidur kita kan hanya 80 sama bangsal,” tegasnya, di RSBP, Senin (8/2/2021).
Betha menambahkan, saat ini pihaknya juga sudah cukup kualahan menanggani pasien umum sejak penunjukan RSBP menjadi rumah sakit rujukan non Covid-19 yang dilakukan oleh pemda menyusul ditutupnya pelayanan rawat inap di RSUD Merauke.
“Sedangkan SK yang dari bupati untuk jadi rumah sakit rujukan non Covid itu sudah keberatan. Artinya banyak beban untuk rumah sakit,” tambahnya.
Sementara itu, menurut Betha sampai saat ini, belum ada pihak DPRD maupun Satgas Covid-19 Merauke yang datang untuk menindaklanjuti usulan terebut. “Tidak sama sekali, itu kan hanya usulan mereka saja, kita hanya dapat berita saja. Tapi dari kita sih tidak, tidak pernah dikomunikasikan,” pungkasnya. [WEND-NAL]
