Hasil Rapid Antingen, 32 Prajurit Pamtas Dinyatakan Reaktif
Danrem 174/ATW memeriksa pasukan dua batalyon Satgas Pamtaa RI-PNG, kemarin. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Sebanyak 32 dari 900 personi Satgas Pamtas RI-PNG yang baru tiba di Merauke, Senin (1/2) sore, diketahui reaktif. Hal itu terungkap saat dilakukan pemeriksaan rapid antigen oleh petugas kesehatan.
Fakta tersebut disampaikan, Komandan Korem 174/ATW, Brigjen TNI Bangun Nawoko, saat upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/Tombak Sakti dan Yonif Mekanis 611/Awang Long di Pelabuhan Yos Sudarso, Selasa (2/2).
Danrem mengemukakan, sebelumnya, ratusan prajurit itu sudah melakukan rapid test antigen di satuan masing -masing sebelum berangkat penugasan dan semuanya dinyatakan non reaktif. Namun sesuai dengan prosedur protokol kesehatan covid-19, begitu tiba di daerah penugasan, mereka harus melakukan rapid antigen kembali.
“Pada saat turun, mereka mengikuti rapid tes antigen dan ada 32 yang reaktif. Kini mereka sudah dibawa dan ditangani oleh petugas kesehatan di wisma atlit,” beber Danrem.
Pihaknya sendiri sudah melengkapi apa yang menjadi kebutuhan mereka selama penanganan di wisma atlit dengan bekerjasama dengan Pemda Merauke. Mulai dari tempat tidur, vitamin, hingga sarana pendukung lainnya, sudah dilengkapi, termasuk baju hasmat. “Kita akan laksanakan sesuai dengan prosedur penanganan bagi yang reaktif,” ujarnya.
Danrem juga meyakinkan bahwa selama penanganan ke-32 prajurit itu tidak akan keluar dari wisma, hingga benar-benar dinyatakan negative (sembuh). Mereka akan terus didampingi petugas kesehatan.
Sebelum hasil rapid antigen mereka non reaktif, Danrem, tidak mengijinkan masuk pos-pos perbatasan. Apa yang menjadi kebutuhan mereka selama isolasi, akan terpenuhi semua, baik itu dari sisi asupan makanan, vitamin hingga yang lainnya.
“Itu komitmen. Kami akan memberikan yang terbaik bagi prajurit kami,” kata Danrem penuh yakin.
Diyakini bahwa hampir semua prajurit yang baru tiba itu adalah orang tanpa gejala (OTG). Namun, dengan kondisi mereka yang masih muda, akan bisa cepat disembuhkan dengan istirahat yang cukup, asupan gizi, hingga olahraga. Danrem menambahkan 900 prajurit itu, bertugas menjaga tapal batas NKRI-PNG. Namun, ada juga tugas lain yakni pembinaan daerah teritorial guna membantu masyarakat yang mendiami perbatasan.[FHS-NAL]
