Penghuni Reaktif, Lokalisasi Yobar ‘Lockdown’ Dua Pekan
Suasana di Lokalisasi Yobar. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Selama dua pekan, terhitung mulai 9 hingga 22 Januari 2021, Lokalisasi Yobar dilockdown alias ditutup. Hal ini dilakukan sebagai peran dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan juga turut melaksanakan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kabupaten Merauke.
Ketua RT 19, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke, Yuli, mengemukakan sebelumnya saat dilakukan rapid test antibody, 25 persen pekerja yang hasilnya reaktif. Maka, Bupati Merauke mengeluarkan surat edaran untuk dilakukan penutupan sementara untuk aktifitas di lokalisasi tersebut.
Sejak penutupan itu, semua penghuni terdiri pengelola hingga penanggungjawab barak dan penghuni lainnya melakukan karantina mandiri dengan menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari wajib memakai masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan tidak membuat kerumunan. Didukung pula dengan mengonsumsi vitamin dan asupan makanan bergizi.
“Semua harus sigap dalam mencegah covid-19 ini,” ujar Yuli dari balik ponselnya, Jumat (15/1).
Di lokalisasi itu sendiri ada 14 barak dan rencananya akan mengikuti rapid test selanjutnya. Hal ini bertujuan, apakah masih ada yang reaktif. “Rencana rapid berikutnya minggu depan,” katanya. Yuli berharap, semoga pandemic covid-19 ini segera berlalu. Dengan demikian, aktifitas masyarakat bisa kembali normal sedia kala.[FHS-NAL]
