Trayek T19 Jawab Persoalan Penyerapan Beras Merauke
Pemotongan pita pengiriman beras 400 ton ke Jayapura. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Merauke melakukan pengiriman 500 Ton beras ke Jayapura, Kamis (14/1/2021) dengan menggunakan KM Logistik Nusantara. Pengiriman ini menggunakan trayek tol laut lintas Papua yang pertama kali dilakukan alias perdana.
Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Merauke, Inung Tri Afandi mengatakan bahwa Tol Laut lintas Papua menjawab persoalan tidak terserapnya beras Merauke akibat mahalnya biaya trasportasi angkutan laut.
“Trayek T19 KM Logistik Nusantara menjawab semua kendala. Karena selama ini kendala kami untuk menyalurkan beras kebeberapa wilayah, terutama di wilayah Papua dan Papua Barat terkendala dengan angkutan,” kata Inung dalam sambutanya, di Pelabuhan Yos Sudarso, Kamis, 14/1/2021.
Dengan adanya rute T19, lanjut Inung, akan mempercepat arus penyaluran logistik ke seluruh wilayah di Papua dan Papua Barat. Pasalnya, jalur trayek tidak lagi ke wilayah Jawa, melainkan khusus hanya di Papua – Papua Barat.
“ Dengan adanya rute T19 ini, bisa mempermudah dan mempercepat arus perjalanan yang biasanya harus ke Surabaya, sekarang langsung dari Merauke ke beberapa wilayah dan sebaliknya,” ungkapnya.
Selain itu, Inung mengungkapkan bahwa pada pengiriman kali ini, pihaknya hanya bisa mengirimkan 500 ton ke Jayapura. Ia berharap, pada kesempatan berikutnya, pihaknya bisa melakukan pengiriman ke kabupaten-kabupaten lain di Papua.
“Untuk perdana ke Jayapura, sementara 500 ton yang bisa kami kirimkan. Sebenarnya kemarin kita mau isi ke beberapa wilayah, cuma Sorong sudah diisi tahun lalu oleh teman-teman kita di wilayah Jawa dan Makassar. Jadi mungkin kedepan trip berikutnya kita agendakan untuk pengiriman berikutnya. Sehingga gudang-gudang di Merauke perputaran bisa cepat dan akhirnya untuk penyerapan dari petani kita juga bisa maksimal,” harapnya.
Dikesempatan yang sama, Wakil Bupati Merauke, Sularso mengungkapkan bahwa tol laut dan upaya pengiriman beras merupakan angin segar ditenggah terpuruknya sektor ekonomi akibat goncangan pandemi covid-19.
“Hari ini bukti nyata bahwa pemerintah pusat betul-betul mendengar dan menjawab keingginan yang telah kita sampaikan di beberapa tahap yang lalu di tahun 2020. Dengan kita menginginkan adanya program tol laut lintas Papua. Ini akan membawa dampak ekonomi, sosial kemasyaraktan yang baik,” katanya, kemarin.
Selain itu, menurut sularso tol laut akan menghapus adanya diskriminasi harga berbagai komoditas di Papua yang selama ini timpang jika dibandingkan dengan Indonesia bagian barat dan tengah. “Dengan adaya tol laut ini, mudah-mudahan diskrimasi harga tidak terjadi secara tinggi. Dan yang paling penting ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan juga akan berdampak pada sosial kemasyarakatan. Dimana mudah-mudahan dengan adanya tol laut perdana ini akan melewati sebagian besar daerah-daerah pertumbuhan ekonomi di Papua,” pungkasnya. [WEND-NAL]


