Tiga tungku Belum Berjalan Sejajar di Boven

0

Tanah Merah, PSP – Tiga tungku yakni  Adat, Agama dan Pemerintah dinilai belum berjalan sejajar di Kabupaten Boven Digoel. Dengan begitu berdampak langsung pada moral dan perilaku pejabat daerah dalam menjalankan fungsi tugasnya. Demikian  ditegaskan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Boven Digoel, Maret Klaru.

Dikatakannya, guna memperbaiki system tata kelola Pemerintahan dalam  menyongsong Opini WDP ditahun 2021, selain pembenahan Aset dan Laporan Pertanggung jawaban, tiga tungku di daerah ini harus berjalan sejajar.

Berdasarkan pengamatannya selama ini, tiga tungku ini belum ada kerja sama dan tidak berjalan sejajar, dengan kata lain Pemerintah berjalan sendiri, Adat dan Agamapun berjalan sendiri. Hal ini tentu berdampak langsung pada moral dan perilaku manusia, terutama pejabat daerah dalam menjalankan fungsi tugasnya.

“ Untuk menyongsong Opini WDP bahkan ke WTP di tahun-tahun mendatang, selain pembenahan Aset dan LPJ, tiga tungku daerah ini Adat, agama dan Pemerintah harus berjalan sejajar, karena ketika ini berjalan sejajar maka akan mengubah perilaku manusia itu akan menjadi lebih baik,” kata Maret kepada Papua Selatan Pos, belum lama ini.

Ia menambahkan, secara pribadi satu langkah yang dilakukan Ketua DPRD yang telah menginisiasi kegiatan lokakarya dan Evaluasi 15 tahun Pemerintahan Boven Digoel lalu. itu perlu diapresiasi karena dengan Ide baru, gagasan dan catatan penting pelaksanaan Evaluasi itu, menjadi acuan Kepala Daerah terpilih nantinya, dalam melanjutkan Pemerintahan Boven Digoel untuk memperbaiki system tata kelolah Pemerintahan ke depan, sehingga disclaimer yang disandang hingga saat ini bisa teratasi. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *